Edisi 13-03-2018
Butuh Tampil Cerdas


ROMA- Situasi sulit di Liga Champions tidak membuat AS Roma pesimistis. Tim berjuluk I Lupi tersebut siap menjalankan laga hidup mati kontra Shakhtar Donetsk pada leg kedua babak 16 besar di Stadio Olimpico, dini hari nanti.

Semangat membara tersebut ditunjukkan bek Roma Kostas Manolas. Dia menilai kekalahan 1- 2 di leg pertama (22/2) bukanlah akhir segalanya. Manolas mengacu pada kiprah sesama wakil Italia lainnya, Juventus. Ditahan 2-2 di leg pertama oleh Tottenham Hotspur dan tertinggal 0-1, La Vecchia Signora memenangkan leg kedua 2-1 dan melaju ke babak perempat final dengan agregat 4-3. Menurut Manolas, hal itu membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil dalam sepak bola. Dia ingin Roma meniru mentalitas Juve.

“Kami membutuhkan ketenangan, kecerdasan, pengalaman, dan keseimbangan. Elemen-elemen tersebut ada pada Juve saat mengalahkan Tottenham. Jika tidak memilikinya, Anda tidak akan bisa lolos,” kata Manolas, dilansir Football-Italia . Pemain asal Yunani tersebut menilai Roma memiliki dua keuntungan di leg kedua. I Lupi berhasil mencetak gol tandang dan akan bermain di hadapan tifosi fanatiknya di Stadio Olimpico. Kepercayaan diri Roma semakin besar dengan dua kemenangan beruntun di Seri A, termasuk saat menenggelamkan Torino 3-0, Sabtu (10/3). “Kami membutuhkan fans. Mereka sangat fundamental bagi tim. Kami akan memberikan seluruh kemampuan terbaik untuk siap dan meraih tujuan objektif, mengalahkan Shakhtar, dan melaju ke perempat final,” tandasnya.

Senada dengan Manolas, Pelatih Eusebio di Francesco meminta pasukannya tampil lebih garang di kandang. Dia yakin jika bermain dalam performa terbaik dan memaksimalkan setiap peluang, Roma bisa membalikkan situasi. Guna meraih kemenangan, Di Francesco akan menurunkan komposisi tim terbaik. Pola 4-3-2-1 yang sukses meredam Torino kemungkinan kembali diterapkan. Duet Manolas dan Juan Jesus mengawal lini pertahanan. Daniele de Rossi, Radja Nainggolan, dan Kevin Strootman bakal mendukung Stephan El Shaarawy, Patrik Schick, dan Cengiz Under.

“Shakhtar adalah tim kuat. Tapi, kami terkadang terlalu tergesagesa dan tidak memanfaatkan kemampuan yang ada. Kami membutuhkan keseimbangan yang tepat karena Shakhtar lebih terlihat seperti tim Brasil ketimbang Ukraina. Saya berjanji kami akan membuat mereka kesulitan,”paparnya. Di kubu lawan, Shakhtar datang ke Olimpico dengan kepercayaan diri tinggi. Tim berjuluk Hirnyky tersebut mengantongi enam kemenangan di enam laga terakhir semua kompetisi.

Kendati akan melakoni laga krusial kontra Roma, Pelatih Shakhtar Paulo Fonseca tidak membeda-bedakan kompetisi yang diikuti. Terbukti, dia tetap menurunkan komposisi tim terbaik saat Shakhtar mengalahkan Vorskla 3-0 pada lanjutan Liga Primer Ukraina, Sabtu (10/3). “Pertarungan melawan Roma memang sangat penting. Tapi, kami tidak melupakan target utama kami di Liga Primer Ukraina. Kami meraih kemenangan penting atas Vorskla . Sekarang, kami sepenuhnya fokus untuk Roma,” tandasnya.

Alimansyah