Edisi 13-03-2018
PDAM Tirta Benteng Bidik 17.000 Pelanggan Lagi hingga 2019


KEBUTUHAN masyarakat Kota Tangerang terhadap pasokan air bersih semakin tinggi setiap tahunnya. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah pelanggan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang, Banten.

Hingga 2018 ini sedikitnya sudah ada 43.742 pelanggan air bersih PDAM Tirta Benteng di zona satu tersebar di Kecamatan Neglasari, Benda, Batuceper, dan Cipondoh. Merujuk pada Millennium Development Goals sektor Air Minum dan Sanitasi (WSS-MDG), dalam lima tahun PDAM Tirta Benteng harus mencapai target 60.000 pelanggan air bersih hingga 2019. Dengan demikian, PDAM Tirta Benteng masih butuh 17.000 pelanggan baru lagi untuk mencapai targetnya.

Seperti apa perkembangan penyaluran air bersih oleh PDAM Tirta Benteng, Kota Tangerang? Berikut petikan wawancara wartawan KORAN SINDO Hasan Kurniawan dengan Direktur PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Sumarya di Pintu Air 10 Kota Tangerang, kemarin.

Langkah strategis apa yang diterapkan PDAM Tirta Benteng pada 2018 ini?

Kebijakan strategis PDAM Tirta Benteng tahun ini, pertama menambah cakupan pelayanan sambungan langganan baru di zona satu yang meliputi wilayah Neglasari, Benda, Batuceper, dan Cipondoh. Dalam penambahan sambungan itu, kami bekerja sama strategis dengan PT Moya dengan menargetkan pemasangan sambungan air baru sebanyak 17.000 tahun ini.

Apa saja tantangan yang dihadapi PDAM Tirta Benteng selama ini?

Saat melakukan penambahan cakupan pelanggan baru di zona satu itu, tentu kami menghadapi banyak tantangan dari pengguna jalan. Sebab pemasangan pipapipa baru ini akan membongkar jalan. Artinya, dari segi pemasangan perpipaan, maka jalannya sudah terbentuk. Kegiatan pemasangan pipa akan mengganggu kenyamanan masyarakat karena jalan dibongkar. Untuk itu, kami mohon maaf.

Teknologi apa yang digunakan PDAM Tirta Benteng dalam pemasangan pipa?

Kami punya schedule dan cara percepatannya. Dengan teknologi saat ini, bukan galian pipa lagi, tetapi menggunakan sistem HDD, yakni memakai mesin dan berjarak. Dengan begitu, adanya gangguan akibat galian pipa pada jalan bisa ditekan seminimal mungkin, kendati kerusakan yang ada tidak bisa terhindarkan.

Selain menambah cakupan layanan baru di zona satu, langkah strategis apa yang akan diterapkan pada tahun ini?

Rencana strategis kami yang kedua adalah mengembangkan wilayah pelayanan di zona dua dan tiga sehingga seluruh warga Kota Tangerang yang tersebar di 13 kecamatan mendapat pasokan air bersih. Di wilayah zona dua dan tiga ini, kami sedang melakukan studi pengembangan pelayanan. Untuk zona dua sendiri kami punya bantuan indeksnya dari BBWS dan nanti juga akan dibuatkan Ipa-nya. Kami juga tengah menyiapkan marketing dari kajian FS (feasibility study ) yang ada. Saat ini kajiannya sudah ada dan masih dilakukan proses pendalaman, termasuk nilai investasinya masih dihitung di dua zona itu. Untuk zona dua ini kami dapat bantuan dari PT Cipta Karya. Zona dua ada empat wilayah, yakni Karawaci, Jatiuwung, Priuk, dan Cibodas. Kemudian zona tiga ada di Pinang, Karang Tengah, Ciledug, dan Larangan.

Dalam melakukan perbaikan pelayanan, inovasi apa yang dilakukan PDAM?

Ini masuk rencana strategis kami yang terakhir, yaitu pengembangan sistem IT PDAM Tirta Benteng. Sedikitnya ada 10 aplikasi online baru yang sedang dibuat dan siap diujicobakan mulai Maret 2018. Untuk pengembangan IT ini kami menjalin kerja sama dengan PDAM Kota Malang dan pengerjaannya sudah dilakukan mulai dari Januari hingga Juni 2018. Pada tahap awal, kami akan uji coba lima aplikasi di antaranya adalah office, produk hukum, dan pengaduan pelayanan pelanggan PDAM Tirta Benteng. Sedangkan 10 aplikasi yang dibuat terdiri dari sistem informasi pencatat meter dan informasi rekening. Kemudian ada aplikasi sistem penerimaan loket, aplikasi pasang baru, pengaduan, e-office, produk hukum, ganti meter, inventory gudang, dan aplikasi workorder. Dengan aplikasi ini, maka kerja semakin mudah.

Lantas apa saja keunggulan aplikasi ini dan k enapa pula harus PDAM Kota Malang?

Nota perjanjian kerja sama ini kami teken per Januari 2018. Nanti aplikasi ini akan menggantikan aplikasi kami yang ada sehingga ke depan PDAM Tirta Benteng memiliki aplikasi mandiri. Terpilihnya PDAM Kota Malang dalam membuat 10 aplikasi itu, karena PDAM Kota Malang menjadi rujukan nasional yang sudah bisa mandiri dan tidak bergantung pada pihak ketiga. Karena itu, kami minta pendampingan mereka. Ada 10 aplikasi yang dibangun dalam kurun waktu lima bulan. Tahap awal ada lima aplikasi dibangun sampai Maret dan langsung diuji coba. Keunggulan aplikasi ini sudah berbasis web dan yang lama masih dekstop. Aplikasinya juga akan melibatkan android dan yang sebelumnya tidak ada. Kemudian sudah terkoneksi dengan android.

Dalam penggunaan aplikasi ini, kami juga bekerja sama dengan Kominfo Kota Tangerang terkait pengaduan Laksa sehingga pengaduan yang ada bisa langsung ditanggapi dan ditindaklanjuti. Dengan begitu, tidak ada pengaduan dari masyarakat yang mengendap karena bisa langsung ditindaklanjuti. Mulai dari tengah bulan ini, lima aplikasi yang baru sudah bisa dilakukan uji coba PDAM.

Terakhir, melalui rencana strategis ini apa harapan Anda ke depannya?

Semoga tiga rencana strategis PDAM Tirta Benteng pada 2018 ini dapat terlaksana dengan lancar tanpa kendala sehingga pasokan air bersih di Kota Tangerang bisa merata di 13 kecamatan yang ada.