Edisi 13-03-2018
Rindu dan Deddy-Dedi Kuasai Panggung Debat Pilgub Jabar


BANDUNG – Empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) Jawa Barat beradu konsep dan gagasan dalam debat publik perdana Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 yang digelar KPU Jabar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, tadi malam.

Keempat paslon itu, yakni pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rin du) yang diusung NasDem, PKB, PPP, dan Hanura; pa sangan nomor urut 2, Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) yang diusung PDIP; pasangan nomor urut 3, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN; dan pasangan nomor urut 4, Deddy Mizwar-Dedi Mul yadi (Deddy-Dedi) yang diusung Demokrat dan Golkar. Dalam kegiatan yang di siarkan secara langsung salah satu sta siun televisi nasional itu, masing-masing pasangan cagub-cawagub Jabar memu lainya dengan memaparkan visi dan misi serta program-program unggulannya jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Jabar 2018-2023.

Dipandu presenter yang juga jurnalis senior Rosiana Si lalahi, jalannya debat publik ter - se but berlangsung meriah. Teriak an yel yel dari para pendukung masing-masing paslon terus mewarnai jalannya debat. Suasana mulai meng hangat saat memasuki sesi debat. Cawagub Jabar nomor urut 3, Ahmad Syaikhu memulai sesi debat dengan melontarkan pertanyaan kepada cawagub Jabar nomor urut 4, Dedi Mulyadi. Syaikhu mem per ta nyakan kebijakan Dedi Mulyadi yang membalut batang pohon dengan kain di Kabupaten Purwakarta selama Dedi Mulyadi menjabat Bupati Purwakarta hampir dua periode lamanya. Namun, dengan cekatan, De dimalahmelontarkanja waban yang membuat seluruh peserta kagum.

Menurut Dedi, mem balut pohon dengan kain lebih mulia ketimbang menjadikan pohon sebagai tempat un tuk menyimpan papan iklan. Dia pun mengatakan, mem balut batang pohon de ngan kain sebagai bentuk me mu liakan alam dan pohon itu sendiri. ”Ilmu lingkungan meng ajarkan memuliakan, pohon memberikan energi bagi ling ku ng an, memberikan air. Po hon dikasih kain lebih utama di bandingkan ditebang demi ke pentingan ekonomi,” katanya. Itulah sepenggal adu ar gu - men yang terekam dalam sesi debat. Debat terus berlanjut dengan pertanyaan-pertanyaan berbeda yang dilontarkan masing-masing paslon, mulai dari persoalan kasus into le - ransi di Jabar hingga persoalan teknologi dan ekonomi kreatif.

Menanggapi jalannya debat publik tersebut, pakar politik dan pemerintahan Universitas Padjadjaran Firman Manan menilai, pasangan Rindu dan Deddy-Dedi masih lebih ung - gul ketimbang Asyik dan Ha - sanah. Firman menyebut, kedua pasangan tersebut lebih me nguasai panggung ketim - bang dua pasangan lainnya. ”Sejauh ini yang terlihat ung gul adalah pasangan Rindu dan Deddy-Dedi. Visi misi lebih konkret dibandingkan dengan Asyik dan Hasanah,” ungkap Fir man kepada KORAN SINDO.

Menurut Firman, keunggulan yang dimiliki Rindu dan Deddy-Dedi tak lepas dari pengalaman kedua pasangan ter se but dalam memimpin bi ro krasi. Di pasangan Rindu, ka ta Fir man, RidwanKamilmemilikini laiplus karena mampu mem berikan beberapa contoh kong kret ten - tang prestasi kinerjanya selama memimpin Kota Bandung. ”Untuk Deddy-Dedi, yang menarik Kang Demul (Dedi Mul yadi) tampak lebih mengua sai panggung dibandingkan Kang Demiz (Deddy Miz - war). Untuk Hasanah dan As yik belum memberikan jawabanjawaban konkret dan terukur terhadap persoalan-persoalan yang dimunculkan,” paparnya.

Lebih jauh Firman mengata kan, penampilan keempat pas lon di panggung debat publik tersebut mampu mendongkrak kembali elektabilitas pasangan Rindu dan Deddy-Dedi manakala jumlah pe nontonnya banyak. ”Sebaliknya, bagi Hasanah dan Asyik bisa menjadi ke ru - gian karena seharusnya debat publik dijadikan arena untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas kalau tampil dengan baik,” jelasnya seraya mengatakan, jika hasil debat publik ini diperbincangkan secara luas maka akan ber dampak lebih signifikan. Ketua KPU Jabar Yayat Hida yat mengatakan, debat publik perdana Pilgub Jabar 2018 tersebut diharapkan dapat memberikan informasi bagi ma syarakat, terkait para calon pemimpin mereka.

”33 juta pemilih di Jabar bisa men dapat kan informasi secara langsung dari keempat pasangan calon ini. Semoga dapat me mudahkan pemilih untuk memilih di TPS nanti pada 27 Juni 2018 mendatang,” tutur Yayat.

Agung bakti sarasa