Edisi 13-03-2018
Jauh Tertinggal, Kini Punya Wisata Alam Andalan


Desa yang berada di kawasan hutan dan jauh dari perkotaan, kerap menemui masalah ekonomi warganya.

Selain lantaran akses transportasi yang menjadi kendala, desa terpencil cenderung menutup diri dari perkembangan. Begitu juga yang terjadi di Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojo ker - to, Jawa Timur. Minimnya akses membuat desa yang terdiri dari dua dusun ini ber - tahan menyandang status menjadi desa tertinggal. Dusun Kulubanyu dan Na - wa ngan, menjadi wilayah yang sulit diakses lantaran kondisi jalan yang rusak parah. Tak hanya itu, lokasi dua dusun ini memang berada di kawasan hutan yang jauh dari sarana publik.

Masyarakat yang hanya menambatkan kebutuhan ekonominya dari ka wasan hutan, juga menjadi faktor ketertinggalan dua du sun tersebut. Terlebih Dusun Nawangan yang berada di lo - kasi tersulit untuk dijangkau. Untuk memasuki dusun yang terdiri dari 55 kepala keluarga (KK) ini, harus me - nem puh perjalanan yang tak mudah. Selain jalan sempit yang membelah kawasan hu tan, kondisi jalan mengalami rusak parah. Untuk kendaraan roda empat, jalur ini sulit di la lui. Begitu pula dengan ken da raan roda dua yang tak mudah untuk melintas di jalur ber ba tu tersebut. Tak hanya warga luar desa, warga kampung setempat juga enggan jika ber urusan dengan jalan.

Namun di tengah ke pu - tusasaan warga, muncul po ten si yang tak disangka. Kon disi alam yang menawan, pelan-pelan membuat Kam pung Nawangan sedikit ber geliat. Watu Jengger, salah satu bukit yang kini tengah menjadi pergunjingan warga yang suka berwisata alam. Du - sun yang awalnya sepi dari tamu, kini mulai terbiasa men jadi tuan rumah. Pundi-pundi pun mulai dirasakan warga sejak kampung ini ramai tamu wisatawan. Sudah setahun ini, bukit Watu Jengger menjadi jujugan para wisatawan lokal untuk berlibur. Perbukitan dengan pemandangan indah yang bisa dijangku dengan berjalan kaki selama 1,5 jam itu, menjadi harapan baru bagi warga Dusun Nawangan.

Terlebih, perbukitan Watu Jengger mulai dikelola secara baik Taman Hutan Raya (Ta hu - ra) R. Soerjo itu juga. Untuk menikmati pemandangan per - bukitan Watu Jengger, wisa ta - wan kini harus membayar ti ket masuk Rp10.000 per orang. Geliat wisata Watu Jeng ger, otomatis mulai mendong krak ekonomi warga Dusun Na wa ng - an. Tak sedikit warga yang mu lai membuka warung di da lam kawasan hutan sebagai ru te menuju puncak Watu Jeng ger.

Warga melalui Karang Ta runa juga memanfaatkan banyaknya wisatawan ini dengan mendirikan tempat parkir. Dalam seminggu, jutaan rupiah bisa didapat dari usaha yang dijalankan pemuda du sun setempat itu. “Paling ra mai memang hari Sabtu dan Minggu. Bisa sampai 300 motor,” ungkap Agus, salah satu pemuda kampung Nawangan. Jika dihitung, pendapatan dari parkir saja, pemuda desa setempat bisa mengantongi uang Rp10 juta lebih dalam sebulan.

Tritus Julan
Mojokerto