Edisi 13-03-2018
Tipu Online Shop, Warga Sidrap Raup Rp150 Juta


MAKASSAR –Ada-ada saja trik yang dilakukan kawanan penipu memperdaya korban. Tim Subdit II Fismondev Di rek torat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel kembali mengamankan dua kom plot an penipuan asal Kabupaten Sidrap.

Kedua tersangka yakni RG dan A. Warga asal Kabupaten Sidrap itu langsung dijemput pe tugas di kediamannya ma - sing-masing Jumat (9/3) lalu. Hal itu diketahui saat Di rek - torat Reserse Kriminal Khu sus menggelar siaran pers yang dipimpin Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Son - dani dan Wakil Ditreskrimsus AKBP Parojahan Simanjuntak, dan Kasubdit II Fismondev Kompol Wirdanto, kemarin. RG yang menunjukkan cara memperdaya korban terlihat sangat piawai berbicara dari balik telepon selulernya. Dia bahkan mengaku keahliannya itu sudah dilatih selama dua tahun terakhir.

“Sejak 2016, tapi tidak tahu sudah berapa orang tertipu. Ka - lau saya bicara lewat telepon tidak boleh lama, nanti keta hu - an sama korban,” ujar RG yang dihadirkan saat siaran pers. Petani asal Kabupaten Si drap itu mengaku sudah tidak me - ngatahui berapa jumlah kor - bannya.“Sayasudahlupa. Bu kan hanya di Sulsel, paling ba nyak di Jawa Timur,” se butnya. Sementara menurut Dicky, ka wanan ini melakukan pe-ni - pu an dengan modus baru. Ber - awal dengan membuat akun Facebook Deby Ardi Wiyanto yang dikendalikan pelaku ini - sial S yang masih buron. Lalu melalui online shop mena war - kan gawai pintar dengan harga murah. Di sisi lain korban yang di ke - tahui bernama Juanda Rauf, 52, warga Kabupaten Sidrap, ter tarik membeli gawai untuk anaknya.

Setelah korban mel a - ku kan transaksi pembelian ga - wai seharga Rp3 juta pada De - sember 2017, disitulah pelaku memulai aksinya. Gawai yang dijanjikan tak kunjung tiba ke tangan korban. Salah satu pelaku berinisial RG menelepon korban dengan me - ngaku dari pihak Bea Cukai. Mereka memberitahu jika ga - wai pesanan tersebut produk ilegal dan korban terancam pi - dana. “Setelah korban membeli HP, mereka langsung mene le - pon kontak korban dan me nga - takan HP tersebut ilegal dan ditahan Bea Cukai. Lalu me - nawarkan membantu dalam proses hukum di persidangan,” jelas Dicky.

Tidak tanggung-tanggung, pelaku berinisial A dari balik te - lepon selular, menyamar se ba - gai Kasubdit III Tipikor Polda Sulsel, Kombes Yudhiawan Wi - bi sono. Pelaku terus me me ras korban untuk membayar biaya bantuan hukum ter se but. Prak - tik pemerasan itu te rus berl an - jut, hingga sebelum pelaku ter - tangkap. “Korban yang takut dan ya - kin karena pelaku mengaku dari Polda, Bea Cukai dan bah kan menteri keuangan me ngi rim uang berkali-kali hingga Rp150 juta. Bahkan Februari lalu pe - laku masih terus meng hubungi korban,” sebut Dicky. Ber da - sarkan laporan itu, tim Unit Cy - ber Crime akhirnya ber hasil me - nangkap kedua pelaku secara terpisah.

Wadir Reskrimsus AKBP Pa - rojahan Simanjuntak me nerangkan, kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 28 Ayat (1) juncto Pasal 36 juncto Pasal 51 Ayat (2) UU Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Me reka diancam penjara paling lama 12 tahun kurungan dan atau denda paling banyak Rp12 miliar. Selain meringkus ter sang - ka, polisi juga meng aman kan tiga unit gawai Nokia tipe 6030B, RH-18 dan 105.

Mustafa layong