Edisi 13-03-2018
Bong Jie Tewas Dihabisi Anak Kandung


BINTAN– Pagi berdarah menggegerkan warga Barek Motor, Kijang Kota, Bintan, kemarin pagi. Bong Jie Kieong, 70, warga Jalan Rahayu RT 003/RW 008 meregang nyawa setelah menjadi korban keganasan putra kandungnya Heriawan, 28.

Kieong yang sehari-hari ber profesi sebagai sopir dan peng usa - ha taksi di Pelabuhan Sri Bintan Pura itu menjemput ajal setelah kehabisan darah usai dihajar Heriawan. Sebelum Kieong te - was, sempat terjadi keributan pada dini hari kemarinsekitar pu kul 02.00 WIB di kedia man - nya. Heriawan sebelum meng ha - bisi ayah kandungnya, sempat terlibat pertikaian dengan abangnya, Herman. Tidak ada alasan yang mendasari keributan itu, tiba-tiba saja Heriawan mengo - mel dan memaki Herman. Puncaknya, sekitar pukul 06.00 Heriawan mengamuk. Dia menghancurkan berbagai ben - da, termasuk sebuah sedan pe lat kuning BP 1250 TU yang se lama ini dipakai Kieong men cari naf - kah dihancurkan seluruh kacanya.

“Saya tidak tahu apa pe nye babnya karena kalau dia (Heriawan) marah, selalu saya menjadi sasarannya,” kata Herman. Perilaku Heriawan yang di luar kendali itu sempat mereda se telah dia diamankan ke po li - sian setempat. Dalam kondisi terborgol, polisi kemudian me - nyerahkan Heriawan ke Ke ca - matan Bintan Timur agar di - bawa ke RSUD Bintan di Kijang untuk diperiksa kejiwaannya. Kepala Seksi (Kasi) Bidang Ke sejahteraan Sosial Ke camatan Bintan Timur Riswan Ef fen di menuturkan pagi kemarin pihaknya dihubungi oleh pihak polsek dan kemudian mem ba wa Heriawan untuk ditangani di RSUD Bintan yang ada di Ki jang.

Rencananya, pria itu akan di - rujuk ke RSUD Tanjunguban un - tuk mendapat penanganan se - lan jutnya. “Namun belum sem - pat dibawa ke Tanjung ub an, He - riawan kabur,” kata Riswan. Humas RSUD Bintan Mu - hammad Adrian Sitorus me - nambahkan pihaknya me ne - rima Heriawan sekitar pukul 07.45 WIB dan mendapatkan informasi pasien kabur sekitar satu jam kemudian. “Padahal kami sudah sun - tikkan obat penenang dengan dosis maksimal ke tubuhnya, se suai dengan SOP penanganan rumah sakit. Namun dosis yang kita berikan tidak bekerja di tubuhnya. Kita tidak tam bah - kan dosis, karena kita takut juga jika kelebihan dosis bisa meng - akibatkan gagal napas,” ungkap Adrian.

Heriawan diketahui kabur dan kembali ke rumahnya. Dia mengamuk lagi dan kali ini Kieong menjadi sasarannya. Se - buah balok kayu yang di geng - gam Heriawan dihantamkan ke kepala ayah kandungnya. Kieong roboh dan mengalami pen da - rah an hebat hingga te was. Se - mentara Heriawan di je bloskan ke sel tahanan Ma polsek Bintan Timur. Kapolsek Bintan Timur, AKP Abdul Rahman yang di te mui saat olah Tempat Kejadian Per kara (TKP) menjelaskan, pelakumeng - gunakan se buah balok yang me - ngenai ke pala belakang korban mengakibatkan luka menganga hingga mengeluarkan banyak darah dan tewas.

Sementara itu dugaan He - riawan memiliki riwayat pe nya - kit Skizofrenia masih terus di - dalami. Humas RSUD Bintan dr Mu hammad Adrian Sitorus mengatakan, berdasarkan kete - rangan dari pihak keluarga, pelaku diduga mengidap Ski zo - frenia. Skizofrenia termasuk salah satu gangguan kejiwaan yang patut diwaspadai. Dokter spesialis kejiwaan Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Tangerang Selatan Andri J mengatakan, ski zofrenia tidak hanya me - ngenai perilaku, tetapi juga cara pikir dan perasaan.

“Gangguan tersebut terjadi pada proses berpikir, perilaku, serta perasaan yang sangat kacau. Ini gangguan dalam menilai realitas. Dia tidak mampu menilai realita yang ada,” ujar Andri. Penderita skizofrenia biasanya mengalami halusinasi. Na mun sayangnya, pengidap se ringkali tidak sadar dengan gejala tersebut

Novel m sinaga/ okezone