Edisi 13-03-2018
Guru Ngaji Diduga Cabuli Empat Siswa


GRESIK – Seorang guru berinisial HNJ, 35, warga Dusun Bangeran Lebak, RT 09 RW 05, Desa Ba nge ran, Kecamatan Dukun, Gre sik, Jawa Timur diduga men ca buli empat siswinya di Yayasan Pendidikan Darut Tauhid.

Aksi bejat salah satu guru itu diungkap orang tua siswa. Sang guru pun akhirnya harus me - ring kuk di balik jeruji besi se te - lah diamankan Polree Gresik. Peristiwa bermula sekitar awal 2017, tersangka diduga melakukan aksinya kepada pa - ra korban di musala tempatnya mengajar. Ada beberapa versi pencabulan yang dilakukan kepada siswinya itu. Di an ta ra - nya, ada korban yang sedang tertidur pulas di musala, lan - tas tersangka pura-pura tidur di dekat korban. Sejurus ke mu dian, ter - sang ka meng ge ra ya ngi bagian intim tubuh kor ban. Ada juga yang dilakukan di tempat sepi. Saat salah satu muridnya itu berjalan sen di ri an dan dipepet di tembok. “Hanya meremasremas sa ja, tidak lebih dari itu,” dalih ter sangka saat di ta - nya war ta wan di Mapolres Gresik, kemarin.

Tersangka mengaku telah men cabuli empat siswanya. Ala sannya, dirinya merasa te r - bawa hawa nafsu saat melihat para korban. Setelah melancark an aksinya, tersangka me min - ta para korban supaya ti dak me - ng adu ke orang tuanya masingmasing. Bahkan, meng ancam bila sampai wadul kepada orang tuanya. Namun, pada Januari 2018 lalu, salah satu korban akhir - nya bercerita kepada orang tuanya. Mendengar itu, orang tua korban langsung melapor - kan ke Polsek Dukun. Saat la - poran itulah, tersangka me - nge tahui dirinya dilaporkan ke polisi dan melarikan diri.

“Laporannya sudah tiga bulan lalu. Setelah itu, tersangka me larikan diri ke Madura. Ke - mu dian ke Surabaya dan akhirnya kami temukan di wilayah Dri yorejo,” ujar Kaur Bin Ops Sat reskrim Polres Gresik Iptu Suparmin. Akibat perbuatannya, te - rsang ka dijerat Pasal 81 Ayat 1 juncto Pasal 82 Ayat 1 dan 2 UU no 35/2014 tentang per uba - han UU Perlindungan Anak Tahun 2002 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Ashadi iksan