Edisi 13-03-2018
Implementasikan Fantasyiruu Fil Ardi, 72 Mahasiswa IAIN Metro Lampung Ikuti SMP di Tiga Negara


Sebanyak 72 mahasiswa Institut Agama Islam Negara (IAIN) Metro, Lampung mengikuti Student Mobility Program (SMP) ke tiga negara tetangga yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Program ini merupakan bagian dari internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Para mahasiswa tersebut berangkat kemarin dan direncanakan kembali pada 17 Maret mendatang. Ketiga perguruan tinggi di tiga negara yang dituju yakni Universiti Selangor Malaysia; Universitas Pattani Thailand; dan Muhammadiyah Islamic College Singapore. Rektor IAIN Metro Lampung Enizar mengatakan, kegiatan SMP merupakan bagian dari upaya internasionalisasi Perguruan Tnggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Selain memberikan beasiswa untuk mahasiswa asing belajar di PTKIN, mendatangkan profesor luar negeri untuk mengajar di PTKIN, serta memberi kesempatan kepada dosen PTKIN untuk studi dan riset ke luar negeri, internasionalisasi ini juga diupayakan melalui SMP. “72 mahasiswa ini merupakan mahasiswa Bidikmisi angkatan 2014 dan 2015 serta sembilan pendamping. SMP untuk peserta Bidikmisi ini adalah program kali pertama, sedang untuk pascasarjana (S2) merupakan kali ketujuh,” ujarnya dalam siaran pers, kemarin. Enizar melanjutkan, program SMP merupakan ikhtiar institusinya membekali mahasiswa dengan wawasan global dan komitmen mencari ilmu pengetahuan. Pogram ini merupakan pengamalan atas pesan Alquran.

“Fantasyiruu fil ardi, bertebaranlah kalian di muka bumi dan juga pengamalan dari pesan untuk mencari ilmu sampai ke negeri China yang dimaknai dalam pengertian luas,” bebernya. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Metro Ida Umami mengatakan, SMP bertujuan agar mahasiswa Bidikmisi memperoleh pengetahuan tentang dunia luar, memiliki pandangan yang luas.Selain itu mengetahui budaya-budaya serta praktik-praktik pendidikan di negara lain. Hal ini juga terkait dengan pencanangan 5.000 mahasiswa luar negeri yang akan datang ke Indonesia. “Kemungkinan tahun ini IAIN Metro akan memperoleh data mahasiswa dari luar negeri. Kira-kira sebanyak 20 orang mahasiswa dari luar negeri akan kuliah di IAIN Metro ini,” ujar Ida.

Ida Umami juga menerangkan bahwa SMP merupakan tindak lanjut dari sejumlah Memorandum of Understanding (MoU) yang selama ini sudah dijalin dengan beberapa negara. Nantinya, pelaksanaan atas MoU ini bukan hanya pada tataran SMP saja, tetapi juga pada program KKN atau KPM bersama. Dia berharap, mahasiswa nantinya memiliki gambaran mengenai potensi dirinya dalam persaingan globalisasi. “Mahasiswa memiliki wawasan yang luas tentang negararanya dan negara orang lain sekaligus memiliki kebanggaan terhadap bangsanya sendiri,” tambahnya.

Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat (PTKI) Kementerian Agama, Ruchman Basori berharap program SMP akan mendorong mahasiswa menjadi duta moderasi Islam Indonesia di kancah internasional. “Seiring munculnya gerakan transnasional dan meningkatnya radikalisme di berbagai negara, semua warga dunia perlu untuk saling berinteraksi dan dialog, agar kehidupan menjadi damai,” kata Ruchman.

Selain itu mahasiswa dapat meningkatkan pertukaran pengetahuan hubungan lintas budaya dan berbagi pengalaman dalam pergaulan global. SMP juga diharapkan akan menambah pengetahuan, pengalaman dan kepercayaan diri mahasiswa PTKI dalam berinteraksi dengan orangorang asing.

Abdul Hakim
Metro Lampung