Edisi 14-03-2018
Mudik, KAI Siapkan 236.210 Kursi


JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan 236.210 kursi per hari pada musim lebaran tahun ini. Jumlah kursi itu meningkat 3,5% dibandingkan tahun lalu.

Senior Corporate Communication PT KAI Agus Komaruddin mengatakan jumlah kursi itu tersedia untuk H-10 pada 5 Juni 2018 hingga H+10 Lebaran, 26 Juni 2018. Karena itu, pembelian sudah bisa dilakukan sejak 11 Maret lalu untuk tiket H-10.

Agus memaparkan kursi terbagi dalam KA reguler sebanyak 212.458 dari 353 perjalanan dan kereta tambahan 23.752 dari 40 perjalanan. Sementara untuk jumlah perjalanan, tahun ini KAI menyiapkan 393 perjalanan, meningkat 4% dibandingkan tahun lalu yang hanya 379 perjalanan.

“Jadi sudah bisa dibeli, beberapa tiket saat ini masih tersedia,” ucap Agus kemarin. Untuk pemesanan tiket, KAI melayani 24 jam. Tiket bisa dibeli melalui KAI Access, laman kai.id, contact center 121, sejumlah gerai, minimarket, jaringan PPOB, laman dan mobile apps yang dikelola oleh mitra yang bekerja sama dengan KAI.

Di samping itu, loket reservasi stasiun melayani pemesanan mulai pukul 09.00-16.00 WIB. Adapun jika memesan tiket melalui e-Kiosk (vending machine ) di stasiun dengan waktu proses pemesanan dimulai pukul 05.00-22.00 WIB. Menyadari tingginya permintaan melalui daring, KAI telah memperbesar kapasitas bandwidth dari 150 megabit menjadi 400 megabit.

KAI juga memperkuat sistem keamanan dengan memutakhirkan sistem Firewall untuk meminimalisasi risiko adanya gangguan sistem IT serta mengoptimalkan serverserver penjualan tiket KA. KAI memperkirakan puncak arus mudik bakal terjadi pada Rabu 13 Juni 2018 atau H-2.

Sementara puncak arus balik, KAI memprediksi terjadi pada Minggu 17 Juni 2018 atau H+1. “Karena itu kami batasi, untuk KA tambahan baru bisa didapat pada H-60 pemberangkatan,” kata Agus. Sementara untuk lingkungan stasiun, Agus menyampaikan bahwa KAI menyiapkan tenaga keamanan Angkutan Lebaran dari internal (polsuska dan satpam) serta eksternal dari TNI/Polri.

Mereka terdiri atas 1.339 tenaga polsuska yang terbagi atas 932 pengawalan di atas KA, mereka disebar di 285 di stasiun, dan 122 di jalur KA. Selain itu, 3.584 personel satpam akan berjaga di tiap stasiun dan aset KAI. Sementara tenaga eksternal dari TNI/- Polri sebanyak 1.526 personel plus 72 anjing pelacak (K-9) disiagakan untuk menjaga stasioner, parkir, dan jalur KA.

Dari KAI Daop II Bandung telah menyiapkan 61.764 tiket per hari pada angkutan Lebaran 2018. Manajer Humas PT KAI Daop II Bandung Joni Martinus mengatakan, dari 61.764 kursi yang disiapkan Daop II Bandung, sekitar 14.573 kursi melayani perjalanan jarak jauh untuk semua kelas.

Sisanya 47.191 kursi melayani perjalanan jarak dekat seperti KA Bandung Raya dan Argo Parahyangan. Menurutnya, pemesanan tiket KA untuk Lebaran 2018 sudah bisa dibeli dengan jangka waktu H-90. Sejak dibuka beberapa hari lalu, tingkat pemesanan baru mencapai 20-30%.

Artinya, ketersediaan kursi masih sangat mencukupi. Masyarakat diimbau melakukan pemesanan jauh-jauh hari. “UntukKA jarakjauhtidakada penambahan kursi, jumlahnya sama dengan tahun kemarin. Memang dari sisi permintaan cukup besar seperti KA ekonomi.

Tetapi armadanya terbatas, kami masih mengajukan penambahan,” jelas Joni di Kantor Daop II Bandung kemarin. Walaupun begitu, dari jumlah KA yang beroperasi, pihaknya menyiapkan empat kereta api tambahan untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran 2018.

KA tambahan itu adalah KA Pasundan, KA Kutojaya, KA Lodaya Pagi, dan KA Lodaya Malam. Namun, KA tambahan baru bisa dipesan pada H-60. “Kami menyiapkan 86 kereta api yang terdiri atas KA lokal, KA utama, dan KA tambahan atau naik sekitar 5% dari tahun sebelumnya. Kenaikan itu karena hadirnya kereta baru Argo Parahyangan yang mampu mengangkut 400 penumpang satu kali jalan,” jelas dia.

Angkutan Motor Gratis

Humas Daop 1 PT KAI Edi Kuswoyo menambahkan, untuk mengurangi risiko kecelakaan pada mudik dan balik lebaran nanti, pihaknya telah menyiapkan angkutan motor gratis sejak Februari 2018 lalu. Hingga kemarin, kuota angkutan motor mencapai 82,6% atau 14.959 kendaraan dari kuota sebanyak 18.096 kendaraan untuk Daop 1.

Tahun ini Edi menjelaskan angkutan ini nantinya terbagi dalam tiga relasi menggunakan 18 perjalanan kereta pergi-pulang. Tiga relasi itu yakni lintas utara (Stasiun Jakarta Gudang- Stasiun Surabaya Pasarturi). Lintas selatan 1 (Stasiun Jakarta Gudang-Stasiun Kutoarjo).

Lintas selatan 2 (Stasiun Jakarta Gudang-Stasiun Blitar). Pengiriman motor bisa dilakukan selama penumpang membeli tiket kereta. “Tiket KA penumpang untuk angkutan motor gratis tidak dapat dilakukan perubahan jadwal maupun dibatalkan. Penyerahan bukti pemesanan tiket dilakukan saat peserta angkutan motor gratis menyerahkan motor,” ucap Edi.

yan yusuf/ arif budianto


Berita Lainnya...