Edisi 14-03-2018
KPK Sita 16 Unit Kendaraan Mewah


JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita 8 mobil mewah dan 8 sepeda motor mewah yang diduga milik tersangka Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) nonaktif Abdul Latif.

Juru Bicara KPK Febri Dian - syah menyatakan penyi dik KPK sudah melakukan pe nyi - taan terhadap 16 ken da ra an yang diduga milik Abdul Latif di Kabupaten HST. Ke-16 ken da - ra an tersebut terbagi dua bagi - an, masing-masing 8 mo bil dan 8 sepeda motor. Ken daraan ter - sebut diangkut dan dibawa ke Jakarta dengan menggunakan kapal sejak Senin (12/3).

Hingga saat ini, kapal yang memuat kendaraan dan ditumpangi pe - nyidik masih dalam perjalanan ke Jakarta. ”Delapan mobil itu terdiri atas 2 Rubicon, 2 Hummer, 1 Cadulac Escalade, 1 Vellfire, 1 BMW sport, dan 1 Lexus SUV. Sedangkan delapan motor ter - diri atas 4 Harley, 1 BMW, 1 Du - cati, dan 2 Trail KTM.

Disita dari (rumah) tersangka Bupati HST, karena diduga terkait dengan tindak pidana. Jadi ini proses membawa barang buk - ti,” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin. Mantan pegawai fung sio - nal Direktorat Gratifikasi KPK ini menuturkan, penyidik nan - ti nya akan menghitung es ti - masi nilai total 16 kendaraan tersebut.

Febri meng ungkapkan bahwa sebelumnya Abdul Latif sudah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Abdul Latif bersama Ketua Kamar Dagang Industri (Ka - din) Indonesia Kabupaten HST Fauzan Rifani dan Direk - tur Utama PT Sugriwa Agung Abdul Basit merupakan ter - sang ka penerima suap Rp3,6 miliar dari tersangka Donny Witono yang merupakan di - rektur utama PT Menara Agung Pusaka.

Dugaan penerimaan suap terkait dengan proyek kurun 2017-2018. “Pe - nyitaan aset tersebut diduga terkait dengan dugaan pe ne - rimaan lain yang kita sedang dalami,” tutur Febri. Namun, Febri mengaku be - lum menerima informasi se - cara detail dari penyidik ten - tang penerimaan-penerimaan lain Abdul Latif yang sudah diubah bentuk ke dalam 16 ken daraan tersebut, terkait de ngan proyek yang mana dan waktunya kapan.

Yang pasti, penerimaan-penerimaan lain tersebut masih ada korelasi de - ngan kasus yang disangkakan kepada Latif. JPU Moch Takdir Suhan me - ngatakan, perkara atas nama Direktur Utama PT Me nara Agung Pusaka Donny Wi noto memang akan di si dang kan di Pengadilan Tipikor Ja karta.

Takdir akan menangani per ka - ra atas nama Bupati HST Abdul Latif. Meski begitu, Tak dir mengaku belum me nge ta hui perkara Latif akan di si dangkan di pengadilan mana.

Perkara atas nama Donny, tu tur Takdir, akan ditangani tim JPU lain. Diketahui, angka pem be - rian uang Rp3,6 miliar sesuai dengan dugaan komitmen fee proyek sebesar 7,5% atau sekitar Rp3,6 miliar. Suap di - du ga terkait dengan dua pro - yek masing-masing pada ta - hun anggaran 2017 dan 2018.

sabir laluhu

Berita Lainnya...