Edisi 14-03-2018
MK Minta Pengganti Hakim Maria


JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jo ko wi) diharapkan bisa segera mencarikan pengganti Hakim Konstitusi (MK) Maria Farida Indrati yang masa jabatannya akan habis pada Agustus 2018 mendatang.

Hal itu perlu guna mencegah kekosongan di MK. Diketahui, Maria adalah ha - kim konstitusi yang berasal dari usulan presiden. Karena itu, Ketua MK Arief Hidayat datang menemui Presiden un - tuk me nyampaikan surat berkaitan dengan habisnya masa jabatan Maria.

“Sesuai undang-undang (UU), enam bulan sebelum habis masa jabatan Hakim Mah kamah Konstitusi, maka MK se - cara kelembagaan harus me - nyam paikan surat kepada lem - baga pengusul hakim MK,” kata Arief di Komplek Istana Negara, kemarin. Arief berharap pengganti Maria bisa dipilih tepat waktu.

Sebab habisnya masa jabatan Hakim Konstitusi Maria ber - sama an dengan selesainya pe - nye lenggaraan Pemilihan Ke - pala Daerah (Pilkada) Se ren - tak 2018. Karena itu, Arief berharap Presiden segera mencarikan pengganti Maria. Apalagi dia memastikan akan ada sengketa hasil pilkada yang masuk ke MK. “Jadi, perselisihan hasil pilkada tentu ada yang masuk ke MK.

Kami harapkan posisi Maria bisa terisi tepat waktu sehingga tidak ada kekosongan hakim. Hakim MK itu sembilan orang, itu yang pertama,” ujarnya. Mengenai apakah pengganti Hakim Konstitusi Maria harus berjenis kelamin perempuan, Arief menilai, hal itu bisa saja terjadi.

Namun, dia menye rah - kan sepenuhnya pengganti Ha - kim Konstitusi Maria kepada Presiden. “Kami tidak bisa men - dorong. Tidak bisa meng ha rap - kan. Itu terserah lembaga peng - usul. Kami tidak bisa men-drive agar dipilih perempuan lagi,” ujarnya.

Menurut Arief, hal penting yang harus dimiliki hakim kons titusi nanti adalah paham Pan casila dan konstitusi. Se - lain itu, calon hakim konstitusi juga ha rus paham tentang ke - tata nega ra an Indonesia. Apa - lagi MK ti dak saja berkaitan dengan bi dang politik, tapi juga segala urus an bernegara dapat diuji di MK.

“Perkara yang masuk peng - ujian UU mulai dari A-Z ke hi - dupan bernegara. Ada perkara politik, ekonomi, peternakan, perikanan, sampai budaya dan agama. Karena itu, MK bisa men-drive ke arah mana ke - hidupan bangsa Indonesia. Jadi, hakim MK mesti memiliki kemampuan yang luar biasa,” ujar Arief.

Arief menuturkan, per te - mu annya dengan Presiden Jo - kowi juga membahas seluruh persiapan penanganan per se - lisihan hasil Pilkada 2018. Me - nurutnya, pilkada tahun ini akan mencerminkan kesukses - an penyelenggaraan Pemilu 2019 mendatang. “Jumlah dae - rah pilkada 171.

Itu mencerminkan 80% suara pemilih In - do nesia. Seolah-olah kita ber - asumsi bahwa keberhasilan Pilkada 2018 mencerminkan hasil pileg dan pilpres (2019),” tuturnya. Dia menambahkan, pihak - nya juga sudah menyosial i sa si - kan terkait instrumen-instru - men sengketa hasil pilkada.

Tidak hanya kepada penye leng - gara, sosialisasi juga dilakukan kepada para pengacara agar mahir beracara di MK. “Kami juga meminta KPK mendampingi MK dan men cer - mati. Termasuk para wartawan kami minta ikut menjaganya jangan sampai ada masalahmasalah terjadi pada waktu MK menangani perkara.

Itu kami sampaikan,” ungkapnya. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, dalam hal penunjukan pengganti Hakim Konstitusi Maria akan di ben - tuk panitia seleksi (pansel). Hal ini sebagaimana mekanisme yang dilakukan sebelumnya da - lam menunjuk hakim kons ti - tusi pengganti.

“Ya, pasti mekanisme yang biasa itu dilakukan karena ha - rus tertib dan code of conductnya bisa dipertanggung jawab - kan. Dengan demikian, siapa pun yang akan ditunjuk pasti melalui pansel,” tuturnya. Terkait kapan pembentukan pansel, Pramono belum bisa me mastikannya. Apalagi pem - ben tuk an pansel ada di mensesneg.

dita angga


Berita Lainnya...