Edisi 14-03-2018
Mahathir Bisa Maju Pemilu dengan Partai Anwar Ibrahim


MANTAN Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan dia terbuka maju menggunakan Partai Keadilan Rakyat yang didirikan Anwar Ibrahim.

Pernyataan itu muncul untuk mengantisipasi jika partai Mahathir ditolak pendaftarannya sebelum pemilu. Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang dibentuk Mahathir setelah dia keluar dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) pada 2016 sedang diselidiki oleh Registrar of Societies setelah ada ratusan komplain yang diajukan para mantan anggotanya.

Dengan pemilu yang akan digelar dalam beberapa pekan, Mahathir menyatakan, dia terbuka maju menggunakan bendera partai lain dalam koalisi oposisi Pakatan Harapan. Tahun lalu, dia dicalonkan menjadi perdana menteri (PM) sementara jika koalisi menang pada pemilu mendatang yang diperkirakan digelar Agustus.

“Saya terbuka. Saya juga dapat maju untuk Partai Aksi Demokratik,” kata Mahathir menyebut partai lain yang dibentuk bekas pesaingnya, Lim Kit Siang. Mahathir menambahkan, “Semua hal akan dipertimbangkan tapi kita harus yakin bahwa orang tahu siapa yang bertarung dan sebagainya.”

Pakatan Harapan menyatakan pihaknya belum mendengar informasi dari Registrar of Societies tentang aplikasi untuk didaftar sebagai koalisi. Pakatan akan segera mengumumkan logo empat partai yang akan digunakan untuk pemilu tersebut.

Pakatan dan PPBM telah mengambil langkah hukum terhadap Registrar of Societies dengan tuduhan berat sebelah. “Mereka mencoba mencari kesalahan kami. Kami telah mendaftar, sekarang mereka mempertanyakan ini dan itu serta ini dan itu,” ujar Mahathir dikutip Channel News Asia .

Lembaga pemerintah itu menyangkal tuduhan tersebut. Mereka menyatakan sedang menyelidiki PPBMdanprosesaplikasiPakatan sesuaiprosedur. Sejumlah tokoh oposisi juga telah menyatakan maju dalam pemilu.

Pemimpin kelompok aktivis Bersih, Maria Chin Abdullah, menyatakan siap maju untuk pemilu parlemen bersama aliansi oposisi. Bersih merupakan kelompok pro-demokrasi terbesar di Malaysia. Maria selama bertahun-tahun memimpin protes antipemerintah melawan PM Malaysia Najib Razak yang terlilit skandal di lembaga negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dukungan Maria pada Pakatan Harapan akan memberikan dorongan besar bagi koalisi oposisi tersebut. “Sistem tidak bekerja untuk kita. Kita telah mencoba berbagai strategi baru dan masuk parlemen salah satunya,” kata Maria, 62, saat konferensi pers di Kuala Lumpurawalbulanini.

muh shamil


Berita Lainnya...