Edisi 14-03-2018
Modernisasi Alutsista Terkendala Anggaran


JAKARTA – Pemerintah hingga kini mengupayakan modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) bagi TNI.

Itu penting untuk menunjukkan kekuatan militer Indonesia. Na - mun, modernisasi alutsista ter - sebut ternyata masih ter ken - dala anggaran negara. “Modernisasi alutsista bagi TNI Itu kan butuh biaya besar, sementara APBN kita terbatas,” kata Menteri Koordinator Bi - dang Politik, Hukum, dan Ke - amanan (Menko Polhukam) Wi ranto di Jakarta kemarin.

Pernyataan itu disampaikan Menko Polhukam saat me - nanggapi insiden kecelakaan yang melibatkan dua alutsista milik TNI Angkatan Darat (AD). Kejadian pertama terjadi saat satu unit tank M113A1 milik batalion Yonif 412/BES teng - gelam di Sungai Bogowonto, Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (10/3).

Dalam insiden itu, dua orang meninggal dunia. Se men tara peristiwa kedua terjadi saat Kapal Motor Cepat (KMC) AD-16-05 milik Kodam Jaya tenggelam di perairan Ke - pulauan Seribu, Senin (12/3) sekitar pukul 11.10 WIB. Ber - untung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sebagai mantan panglima ABRI, Wiranto juga menilai modernisasi alutsista menjadi hal yang sudah seharusnya di - lakukan. Karena itu, dia me - mastikan modernisasi alutsista tetap menjadi tujuan pemerin - tahan Jokowi. “Enggak usah di - ributkan, enggak usah di per - ma salahkan, arah itu (moder - nisasi alutsista) ada,” tegasnya.

Direktur Imparsial Al Araf sekaligus pengamat perta han - an mengatakan upaya memo - der nisasi alutsista merupakan agenda yang penting. Namun, dia mengungkapkan bahwa upa ya modernisasi alutsista ha - rus bertahap, berencana, serta punya skala prioritas agar bisa tercapai.

“Ini bisa dengan se - jum lah skema, yakni pembelian harus baru, tidak boleh bekas. Pem belian harus government to go vernment atau antarpabrik, kon sekuensinya jangan meng - gunakan broker,” tegasnya. Al Araf menambahkan, da - lam modernisasi alutsista, pe - merintah tidak boleh gegabah.

Melainkan harus dilakukan de - ngan transparansi dan akun - tabilitas. “Keduanya juga harus dila kukan, salah satunya bisa me libatkan Komisi Pemberan - tas an Korupsi (KPK), sehingga kon sekuensinya perlu re for - masi peradilan. Kita juga harus bisa alih teknologi dalam peng - adaan alutsista,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua DPR Bam - bang Soesatyo meminta Komisi I DPR membentuk tim in ves - tigasi kasus tenggelamnya Tank M113 milik TNI AD dan KMC AD-16-05 milik Kodam Jaya. Menurutnya, investigasi itu per lu dilakukan karena alut - sista merupakan sarana dan prasarana penting bagi TNI.

Bamsoet, panggilan akrab - nya, juga meminta Komisi I DPR mendorong tim investigasi TNI untuk melakukan penyelidikan ter ha dap penyebab kecelakaan ter se but secara rinci. Bahkan, dia mendukung Komisi I me - minta penjelasan Panglima TNI Mar sekal Hadi Tjahjanto atas pe ristiwa tersebut.

Dia juga meminta Komisi I mendorong Panglima TNI un tuk segera melakukan uji ke la yakan secara berkala serta pe ngecekan dan investigasi me nye luruh yang terintegrasi ter ha dap se lu - ruh alutsista TNI.

binti mufarida/ sindonews

Berita Lainnya...