Edisi 14-03-2018
Pangeran Saudi Kuasai Perusahaan Tersangka Korupsi


RIYADH – Polemik di balik penangkapan belasan pangeran dan pengusaha Arab Saudi yang diinstruksikan oleh Raja Salman bin Abdul Azis al-Saud awal November 2017 belum usai.

Terbaru, sang Putra Mahkota, Pangeran Mohammad bin Salman, diam-diam justru meng - ambil alih jabatan eksekutif perusahaan milik para pangeran yang berstatus tersangka ko - rupsi tersebut. Dia di laporkan meng ambil alih per usahaan kon - struk si Saudi Bin ladin Group (SBG) dan per usaha an media MBC Group.

Tak hanya itu, Pangeran Mohammad juga mengambil alih investasi utama para ter sangka seperti di Twitter dan McDonald’s. Penangkapan sejumlah pangeran, mantan menteri, dan pebisnis Saudi dilakukan sesaat Komite Antikorupsi dibentuk oleh Pangeran Mohammad.

Anggota Kerajaan Saudi yang terciduk dalam operasi pem - beran tasan korupsi itu ialah pebisnis dan investor terkenal yakni Pangeran al-Waleed bin Talal. Dia dibebas kan pada 27 Januarilalu. Lalu, PangeranFahd bin Abdullah, Pangeran Mutaib bin Abdullah, Pangeran Turki bin Abdullah, dan Pangeran Turki bin Nasser al-Saud.

Mereka ditahan di Hotel Ritz-Carlton yang langsung tutup booking dan meminta para tamu untuk pergi. Lebih dari 2000 rekening bank juga di bekukan. Pada Januari lalu Kerajaan Arab Saudi diketahui mem - bentuk komite yang terdiri atas lima orang untuk mengawasi jajaran penasihat SBG dan mem - buat keputusan eksekutif dalam kesepakatan bisnis per usahaan.

Komite itu, seperti di lansir businessinsider. com, ter diri atas dua anggota keluarga bin Laden dan tiga pemimpin industri. SBG sebelumnya di pim pin oleh Bakr bin Laden. Disi nya lir komite tersebut berkaitan dengan kesepakatan pembebasan Bakr. SBG merupa kan perusa haan konstruk si terbesar di Arab Saudi dan di - miliki salah satu ke - luarga ter kaya di TimurTengah.

Bakrbin Laden turut di tahan dalam ope rasi pem be ran tas an korup si pada N o v e m b e r 2017, termasuk sejumlah saudaranya. Pada Februari lalu otoritas ter kait Arab Saudi juga be - rencana menyita kepemilikan saham utama di MBC Group. MBC Group dimiliki Waleed al- Ibrahim yang juga ditahan dalam operasi pemberantasan korupsi.

Pejabat Arab Saudi menegosiasi Waleed untuk me nyerahkan sa - ham terbesarnya di MBC Group apabila ingin ter bebas. Akhir-akhir ini Kerajaan Arab Saudi juga mengklaim me - miliki hak veto dalam pem buat - an keputusan investasi global senilai USD12,5 miliar di King - dom Holding Company milik miliarder Pangeran al-Waleed bin Talal yang ditahan pada Novembertahunlalu.

Al-Waleed dibebaskan pada Januari seusai menekan kesepakatan tertutup. “Penguasaan beberapa in - dustri bisnis besar memperkuat pertumbuhan konsolidasi ke - kuasaan Pangeran Mohammad dalam menguasai takhta keraja - an,” ungkap Rosie Perper dari businessinsider.com.

Pria ber usia 32 tahun itu dilaporkan me - nekan tersangka korupsi yang kaya raya untuk mengganti rugi atau menyerahkan sahamnya. Seperti dilansir nytimes.com yang mengutip saksi, banyak tahanan yang mengalami pe - nyik saan secara fisik pada awal bulan penahanan. Sedikitnya 17 tahanan dibawa ke rumah sakit (RS).

Seorang tahanan dikabarkan tewas di tempat pe - na hanan dengan leher ter pe - lintir, tubuh yang mem beng - kak, dan beberapa tanda ada penyiksaan. Namun, Kerajaan Arab Saudi membantah atas tuduhan itu. “Proses investigasi yang di - pimpin jaksa agung dilakukan se penuhnya sesuai aturan hu - kum yang berlaku di Arab Saudi.

Semua tahanan memiliki akses penuh ter hadap konsul hukum, juga perawatan ke sehatan bagi mereka yang me miliki penyakit kronis,” ungkap otoritas Arab Saudi. Agar keluar dari penjara, para tahanan tidak hanya membayar tebusan dalam jumlah besar, tapi juga menyerahkan real estate dan saham perusahaan. Seorang mantan tahanan juga memakai tracking device.

Dia mengaku depresi men - gingat bisnisnya amburadul. “Saya tidak tahu jika rumah ini juga masih milik saya,” katanya. Pangeran Mohammad men - jadi satu-satunya anggota Ke - raja an Arab Saudi yang sangat aktif memegang roda peme rintahan di samping Raja Salman. Pangeran Mohammad menjabat sebagai menteri pertahanan (mentan) sejak 2015.

Dia juga menjadi penggagas refor masi ekonomi dan sosial yang dikenal dengan Vision 2030. Pangeran Mohammad dilaporkan akan mengunjungi Amerika Serikat (AS) pada 20 Maret mendatang. Hal itu di - ungkapkan Gedung Putih kema - rin.

Presiden AS Donald Trump sangat senang dapat berdiskusi dengan Pangeran Mohammad dalam memperkuat hubungan dua negara dan memajukan ekonomi serta ke amanan. Pemerintah AS dilaporkan ingin menjual reaktor nuklir kepada negara Timur Tengah. Juru Bicara (Jubir) Kemen teri - an Dalam Negeri (Kemendagri) AS Heather Nauert menga ta - kan, Arab Saudi tertarik mem - beli material dan peralatan nu - klir.

Pemerintah Israel mem - peringatkan kemungkinan ter - jadi perlombaan senjata nuklir. Pada 27 Februari lalu, Pangeran Mohammad dan Presiden Trump berko muni - kasi melalui telepon dan sepa - kat untuk meningkatkan ke - mitraan bilateral, terutama di bidang ekonomi dan ke aman an. Saat itu Trump dilaporkan sepakat dengan Pangeran Mohammad mengenai pentingnya persatuan GCC dan me - m i t i g a s i ancaman.

muh Shamil



Berita Lainnya...