Edisi 14-03-2018
Retas Laman 44 Negara, Mahasiswa Surabaya Ditangkap


JAKARTA –Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap tiga peretas atau hacker anggota komunitas Surabaya Black Hat (SBH).

Ketiganya adalah ATP, KPS, 21, dan NA, 21, mahasiswa aktif di salah satu universitas di Surabaya. Me nurut dia, ketiganya ditang - kap di daerah Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (11/3). “Mereka ini masih ma ha - siswa, masih ada yang semester lima juga enam.

Mahasiswa di daerah Surabaya, saya nggak bi - sa sebutkan kuliah di mana ya,” ka ta Kasubdit IV Cyber Crime Ditreskrimum Pol da Metro Ja - ya AKBP Rober to Pasaribu. Berdasarkan pengakuannya pada polisi, apa yang mereka la - kukan merupakan hal lumrah di dunia cyber.

Namun, pada per ja - lanannya seusai meretas situs milik orang lain, mereka me na war - kan apakah mau situsnya di per - baikidenganimbalanuangdalam bentuk Paypal atau Bitcoin. “Dia menggunakan email. Jadi kira-kira mau bagaimana, apa mau diperbaiki seperti se - mula atau bagaimana. Dengan membayar sejumlah uang, ber - variasi bisa Rp5 juta dan se - terusnya.

Tetapi bila tidak mau membayar, ya akan dirusak sis - tem itu,” ujarnya. Dari pemeriksaan ada 44 negara sistemnya diretas oleh tiga mahasiswa Surabaya yang diciduk jajaran aparat Polda Me - tro Jaya tersebut. “Total ada 44 negara dan tidak menutup akan bertambah. Ini masih dalam lidik,” ujarnya.

Mereka beraksi dengan meng gunakan metode SQL In - jection untuk merusak data - base. Terungkapnya aksi me re - ka ini setelah polisi menerima informasi dari Federal Bureau of Investigation (FBI) kalau ada puluhan sistem di berbagai ne - gara rusak. “Kita kerja sama dan mendapat informasi itu. Kita analisis sampai dua bulan ber - dasarkan informasi dari FBI itu,” ucap dia.

Dari pengembangannya ter - nyata bukan hanya 600 la man/ website saja yang diretas, me - lain kan ada 3.000 sistem information technology (IT) jadi sa - sar an mereka. Kelompok ini su - dah membobol ratusan laman dalam dan luar negeri. “Mereka menjebol sistem pe ngamanan dari sistem elek - tronik milik orang lain.

Ke mu - dian mengancam atau me - nakut-nakuti dengan meminta sejumlah uang,” ujar Kabid Hu - mas Polda Metro Jaya Ko mi sa - ris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono. Dia menjelaskan, tiga pe re - tas yang baru diciduk ternyata juga meretas laman milik pri ba - di selain sistem IT lembaga ne - gara, baik di dalam dan luar ne - geri.

Meski begitu, Argo meng - aku tak bisa membeberkan apa saja yang telah mereka retas se - cara rinci. “Ada lembaga negara di luar negeri, tapi tidak bisa kita se butkan. Dari perusahaan ke - cil sampai besar juga jadi sa sa - rannya,” katanya. Diduga kelompok peretas Su rabaya Black Hat (SBH) me - miliki anggota mencapai ra - tus an orang.

Hingga kini polisi ma sih memburu mereka yang ter bukti jelas melakukan pi - dana dengan keahlian mereka itu. Tidak ada syarat khusus bagi me reka yang mau jadi anggota SBH. Hanya cukup memiliki visi dan misi yang sama, mereka bisa langsung bergabung. “Dia mempunyai 600 hing - ga 700 anggota hacker di SBH.

Dia mempunyai anggota seba - nyak itu. Semua anggota me - lakukan perbuatan itu. Ang - gota yang ber gabung kare na memiliki visi dan misi sama sebagai peretas di me dia sosial. Biasa kumpul-kum pul, sharing semua,” ujarnya.

Meski telah meretas 600 laman dan ribuan sistem IT, pihaknya belum ada rencana me rekrut mereka jadi anggota cyber Polri. Namun, pasti polisi akan terlebih dahulu mem pro - ses pidana para pelaku yang te - lah ditangkap.

helmi syarif






Berita Lainnya...