Edisi 14-03-2018
KJRI Cape Town Perkenalkan Rumah Singgah bagi ABK


CAPE TOWN - Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) di Cape Town, Afrika Selatan menggelar sosialisasi untuk memperkenalkan Indonesian Seafarer’s Corner (ISC) atau bisa juga disebut sebagai rumah singgah bagi anak buah kapal (ABK) asal Indonesia.

Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri atas warga negara Indonesia (WNI), warga negara asing pasangan, dan anak-anak dari WNI di wilayah Cape Town dan sekitarnya, KJRI menyampai- kan kondisi perlindungan WNI di luar negeri, khususnya ABK.

KJRI dan peserta sosialisasi mendiskusikan upayaupaya kolaborasi KJRI Cape Town dengan masyarakat Indonesia guna memberdayakan ABK Indonesia yang sedang singgah di Cape Town melalui pemanfaatan ISC sebagai rumah singgah ABK Indonesia.

Melalui kesempatan tersebut, Konjen RI memperkenalkan keberadaan ISC kepada masyarakat Indonesia di Cape Town dan signifikansinya bagi upaya-upaya perlindungan ABK Indonesia.

“Per tahun KJRI Cape Town biasa menerima 3.000 orang ABK dan kita tidak selalu mengetahui keberadaannya, baru hanya ketika permasalahan muncul. Maka itu, ISC perlu ada agar pendataannya akurat sehingga upaya-upaya perlindungan terhadap mereka lebih tepat sasaran,” kata Konjen RI, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Selasa (13/3).

Dengan keberadaan ISC tersebut, lanjut KJRI Cape Town diharapkan para ABK yang sedang singgah ataupun berada di Cape Town dapat melaporkan diri lebih rutin dan memperoleh bantuan maupun pendampingan melalui pendekatan yang lebih proaktif.

KJRI menuturkan, kegiatan-kegiatan ISC direncanakan untuk difokuskan minimal seminggu sekali, setiap Rabu pukul 17.00-21.00, dengan dukungan dari The Mission to Seafarers Cape Town serta kantor International Transport Forum.

“Di samping fasilitasi melalui ISC, pelayanan terhadap ABK Indonesia telah dirintis oleh KJRI Cape Town melalui penyediaan perlengkapan kerja maupun logistik, pelatihan life skills bahasa Inggris, sosialisasi hukum, dan ceramah agama,” sambungnya.

sindonews

Berita Lainnya...