Edisi 14-03-2018
Poros Mahasiswa-Tingkatkan Literasi agar Kritis terhadap Informasi


Berita bohong atau hoax kini jadi ancaman baru di ma syarakat yang menuntut kerja keras semua pihak, terutama pemerintah, untuk mengatasinya.

Penyebaran informasi hoax beberapa tahun be la kangan ini meluas terutama di me dia so - sial. Masyarakat de ngan mudah me ngonsumsi hoax ini karena ma suk melalui ber bagai platform me dia sosial, baik Facebook, Ins - ta gram, Twit ter, maupun Whats - App. Tidak ha nya teks, hoax ini ju - ga ber ben tuk foto atau meme.

Ditengah gelombang besar informasi yang menerjang setiap de - tik, tu rut hanyut sampah-sam - pah di da l amnya berupa hoax yang bagi se bagian masyarakat ka dang su lit dipilah mana yang be nar ma na yang palsu. Kekhawatiran muncul ka re na in formasi hoax ini berpotensi me - nye barkan fitnah, mem bu nuh ka - rakter seseorang, bahkan men ja d i bi bit munculnya kon flik di ma sya - rakat.

Dampak ne ga tif yang di tim - bulkannya tidak ber hen ti di du - nia maya, tetapi ju ga ber efek hing - ga dunia nyata. Si tua si keamanan ma kin rentan ke ti k a penyebaran hoax masif di mo men tum ter ten - tu, seperti pe lak sa naan pilkada se - ren tak yang akan digelar per te - ngah an ta hun ini. Pemerintah melalui ke po li si - an sudah bertindak cepat de ngan menindak pelaku pen ye bar an hoax.

Sudah banyak pe la ku yang di pidana. Mencari akar ma salah tum buh suburnya hoax di masya - ra kat Indonesia tak le pas dari fak - tor minimnya ke mam puan li te - ra si media. Perlu mem per kaya ba ca an agar tahu in for masi mana yang di bu tuh kan.

Masyarakat yang ti dak siap de ngan limpah ruah in for masi yang meng ham - bur tiap de tik di me dia sosial bisa de ngan mu dah per caya pada in - fo r masi yang ti dak jelas dan tidak bi sa di per tang gung ja wab kan ke - be nar an nya. Mi nim nya kemam - pu an li te r a si media ini me n ja di - kan ma sya rakat se ring tidak mem filter dan tidak kri tis atas in - for masi yang di te ri manya.

Bahayanya ada lah ke t ika berita hoax yang di te rima itu tidak hanya dikon sum si, te ta pi juga ikut di-share ke orang lain. Ter ja - di lah penye bar an be ri ta bo hong se cara berantai. Langkah-langkah yang da pat di ambil dalam mencegah pe nye - bar an informasi hoax antara lain me negakkan peraturan un tuk memberi efek jera kepada pe laku.

Penegakan hukum me la lui pe - nerapan UU ITE hal yang ti dak bi - sa ditawar. Namun, se lain pen de - katan hukum, juga per lu pen de - katan lain yang di la ku kan se ca ra simultan. Hal lain yang bisa di - lakukan dalam m e m erangi hoax adalah meng edu ka si m a sya ra - kat, terkhusus para ge ne ra si mi - le nial yang lebih ba nyak ber se lan - car di media sosial.

Para generasi muda ini perlu d i per kuat ke - mampuan literasinya agar da pat mencerna dengan baik setiap in - formasi yang m a suk melalui per - angkat gawai mi lik nya. Perlu di - bangun kes a dar an bahwa un tuk memercayai se buah in for ma si terlebih dulu ha rus di pa s ti kan dari mana sum ber informasi ter - sebut.

Klarifikasi sangat pen ting untuk in for masi yang masih di - ragukan ke be naran serta ke ab - sah annya. Va lid atau tidaknya se - buah in for masi antara lain bisa di lihat pa da sumbernya; apakah ia ber asal dari media massa yang cu kup kredibel, atau jika sum ber - nya seseorang apakah ia da pat di - percaya keilmuannya? Tak ka lah penting adalah mencari in for - masi lain sebagai pembanding.

Setiap individu penting memi liki kesadaran ini. Kata kun ci - nya adalah bijak bermedia so - sial. Ini memang tidak mudah ka re na kebiasaan ber-tabayun atau mengklarifikasi kini makin lun tur. Banyak orang yang di - hing gapi penyakit malas untuk me lakukan pengecekan atas se - buah informasi.

Bahayanya adalah ketika kon ten hoax tersebut me nyang - kut isu ras, agama, suku, dan antar golongan (SARA). Untuk itu, p a da tahun politik ini semua pi - hak dituntut untuk bijak dalam meng gunakan media sosial. Dan, bagi pemerintah perlu upaya sungguh-sungguh untuk me lindungi masyarakat de ngan ber bagai kebijakan dalam menang kal hoax.

Tidak cukup ha nya de ngan memblokir akun-akun pe nyebar hoax dan akun-akun pal su, tapi juga perlu tindakan tegas dengan memidanakan orang yang terbukti melanggar dengan menggunakan UU ITE.

HILFUL FUDHUL

Mahasiswa Manajemen Dakwah

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Berita Lainnya...