Edisi 14-03-2018
Pembangkit Listrik Ditargetkan 56.024 MW


JAKARTA – Pemerintah telah mengesahkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk periode 2018-2027. Dalam RUPTL tersebut ditargetkan akan dibangun pembangkit listrik sebesar 56.024 mega watt (MW) hingga 2027.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, penetapan RUPTL tersebut tidak banyak berubah dari tahunsebe lum nya. Dalam penetapan RUPTL tahun ini di ri nya mengaku mengacu pada per tumbuhan ekonomi sebesar 6,86%. “Saya cuman mau meng umumkan, RUPTL 2018-2027 sudah dieksekusi pemerintah. Ti dak banyak berubah sih, pro yeksi pertumbuhan6,86%. Plus-minus7% lah ya,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Jakarta, kemarin. Jonan menambahkan, penam bahan pasokan listrik yang ada pada RUPTL sudah disesuai kan dengan kebutuhan listrik yang ada. Dengan ada penambahan tersebut, pasokan lis trik diharapkan akan mencukupi karena diperkirakan setiap daerah akan memiliki ca - dangan listrik sebesar 30%.

“Commercial operation date (COD) setiap pembangkit itu dicocokkan dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik di setiap wilayah. Nah, kan pertanyaannya begini, ini bakal kurang enggak ? Nah , selama ini pe merintah memalui PLN kalau pertumbuhan ekono minya melonjak, mestinya masih cukup. Cadangan di daerah kan paling tidak 30%,” jelasnya. Lebih lanjut Jonan me nam - bahkan, nanti penambahan listrik juga akan berjalan ber iringan dengan program kelistrik an desa. Melalui program ter sebut, pemerintah menarget kan agar semua desa bisa mulai terjangkau oleh listrik. “Ini juga termasuk program kelistrikan desa. Misalnya ada desa satu dusun itu lima desa. Tiga tidak ada listrik, duanya ada. Nah, PLN dan pemerintah bikin semua ada,” kata Jonan.

Penambahan kapasitas listrik juga akan dibarengi dengan ada rencana pembangunan ja - ringan transmisi sepanjang 63.855 kilometer sirkit (KMS). Selain itu, direncanakan juga akan dibangun jaringan sepanjang 526.390 km. “Total rencana pembangunan transmisi 63.855 km. Total rencana gardu induk 151.424 MVA. Total rencana pem bangunan jaringan dis tri busi: 526.390 kms. Total ren cana pem bangunan gardu dis tribusi: 50.216 MVA,” ucapnya. Dihubungi terpisah, Di rek tur Executive Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan bah wa rencana usaha penyedia tenaga listrik (RUPTL) 2018-2027 menurundrastisdiban ding kanRUPTL 2017-2026.

“Saya kira ada pe nurunan dras tis, salah satu faktor asumsi per tumbuhan per mintaan listrik yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya,” kata Fabby saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta kemarin. Menurut dia, hal tersebut disebabkan target pertumbuhan ekonomi oleh pemerintah pada dua tahun lalu berada di angka 7,2-7,8%, sedangkan RUPTL 2018-2027 pemerintah memiliki asumsi pertumbuhan ekonomi sekitar 6,2-6,8%. “Ini lebih realistis dengan kondisi saat ini, saya menilai pertumbuhan listrik di atas 6,5% harus dikaji dan harusnya kurang. Kan ada tambahan 52.000 MW dengan asumsi yang ada,” jelasnya.

Fabby menjelaskan, pe merintah mempunyai target jang ka pendek 2-3 tahun, jangka me nengah dan juga jangka pan jang. Dia menitikberatkan pada penye diaan listrik dalam lima tahun ke depan karena RUPTL bisa berubah dan menjadi di namis. Hal ini butuh kehati-hatian jika salah perencanaan, bisa ke le bihan dan kekurangan, dan menjadi tidak ideal untuk Indonesia. “Yang harus dilakukan pemerintah, persiapan pem bangunan infrastruktur harus tetap di la kukan, karena paling tidak target pe - merintah rasio elektrifikasi di 2019 mencapai 99,9%,” tutupnya.

Heru febrianto/ okezone