Edisi 14-03-2018
Startup Kuliner Diberikan Akses Permodalan


YOGYAKARTA –Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus berkomitmen terhadap perkembangan ekonomi kreatif.

Dalam mendorong perkem bangan ekonomi kreatif, salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan menggelar ajang Food Startup Indonesia (FSI) 2018. Sosialisasi FSI 2018 digelar di Yogyakarta kemarin. “Dengan FSI ini kami juga memberikan pelatihan pro - mo si dan akses modal terha - dap startup kuliner,” kata Di - rek tur Akses Non Perbankan Ba dan Ekonomi Kreatif (Bek - raf) Syaifullah di sela-sela so - sia lisasi FSI di Hotel Artotel, Ja lan Kaliurang, Yogyakarta, kemarin. Dalam FSI ini, Bekraf akan mempertemukan startup kuliner dengan investor. Para investor ini nanti akan diberi ke leluasaan untuk turut serta menanamkan modal kepada para pengusaha kuliner ini.

Selain menanam modal, para investor diharapkan juga turut andil dalam pemasaran dan pro mosi. “Akses permodalan ini bukan dalam bentuk pin ja man, tapi investasi, bantuan pe masaran, dan promosi,” ka tanya. Menurut Syaifullah, pihak - nya sengaja memilih bantuan permodalan berupa non pin - jaman lantaran startup kuliner ini akan kesulitan jika harus meminjam. Selain aset sebagai syarat wajib dalam pengajuan pinjaman, usaha kuliner me - nu rut Syaifullah, memiliki ri si - ko tinggi. “Usaha ini risikonya tinggi, 80% startup kuliner tak bisa bertahan di bawah tiga ta - hun. Tentu ini akan menyu lit - kan jika harus meminjam ke bank, selain itu bunganya juga tinggi,” ujarnya.

Startup kuliner Indonesia berkesempatan mendaftar demoday FSI2018secara online pada platform www.foodstartupindonesia. com yang dibuka hingga 26 Juni mendatang. Dari pendaftar yang masuk akan diseleksi. Dari 100 startup yang terpilih akan difasilitasi untuk memamerkan pro duk - nya pada expo untuk meningkatkan kualitas produk. Bekraf juga menyeleksi 100 startup kuliner terpilih men ja - di 30 startup kuliner yang ber - hak mendapatkan fasilitas pen daftaran Hak Kekayaan In - telektual (HKI). Dari 30 startup kuliner ini akan dipilih tiga terbaik yang akan me n da pat - kan bantuan modal maksimal Rp200 juta serta promosi produk pada expo nasional dan internasional.

“Food Startup ini sudah kita lak sanakan selama tiga tahun yang berhasil menggaet sekitar 50-an investor dengan nilai no - minal sekitar Rp1,5 miliar,” kata Kasubdit Dana Masyara kat Direktorat Akses Non Per bank - an Bekraf Hanifah Makarim. Dalam acara sosialisasi FSI 2018 dihadapkan 200-an peng - usaha kuliner, Bekraf meng ha - dirkan sejumlah pengusaha jebolan FSI yang telah sukses di antaranya Lintang Wuriantari dari Matchamu. Lintang diminta testimoni terkait usaha yang dilako ninya.

Matchamu menyajikan teh hijau Jepang yang dikonsep de ngan menarik. “Produk kami terjamin sertifikasi Dinas Ke sehatan dan halal dari MUI serta di-blend dari bahan-bahan ter baik,” ujarnya.

Ainun najib