Edisi 14-03-2018
Cemaskan Pertahanan


ISTANBUL –Laju Bayern Muenchen di semua kompetisi musim ini begitu impresif. Namun, bukan berarti tanpa kekhawatiran. Salah satu pemain yang lantang menyuarakan keresahannya terhadap Die Roten adalah Jerome Boateng.

Secara terbuka Boateng mengatakan Bayern tidak boleh jemawa kendati saat ini di ambang juara Bundesliga, menembus semifinal DFB Pokal, dan babak 16 besar Liga Champions. Menurutnya, Bayern sejatinya masih memiliki kelemahan, terutama di sektor pertahanan. Bayern sejatinya telah mencatat empat clean sheet beruntun di semua kompetisi. Pada laga terbarunya, klub asal Bavaria itu bahkan mampu menggilas Hamburger SV enam gol tanpa balas. Meski demikian, Boateng menilai lini belakang FC Hollywood tergolong rentan.

“Saya pikir kami terlalu banyak memberikan ruang kepada lawan, terutama dalam transisi dari menyerang ke pertahanan. Terkadang, kami terlalu mudah kehilangan bola. Dalam beberapa fase permainan, kami tidak cukup baik. Kami seharusnya bisa lebih efektif,” ujar Boateng, dilansir bavarianfootballworks . Karena itu, Boateng ingin kekurangan itu bisa segera diperbaiki. Anggota tim nasional Jerman itu berharap kinerja barisan pertahanan bisa lebih baik. Dan, itu sudah harus diperlihatkan saat Bayern bertandang ke Vodafone Stadyumu, markas Besiktas, untuk melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions, dini hari nanti.

Berbekal kemenangan 5-0 pada leg pertama di Allianz Arena (21/2) membuat tim tamu difavoritkan melenggang ke perempat final. Meski demikian, Boateng menegaskan bahwa Bayern jangan terlena dan terus memberikan kemampuan terbaik untuk meraih hasil bagus. Kewaspadaan Boateng bukan tanpa alasan. Seusai dipermalukan di leg pertama, penampilan Besiktas terus menanjak. Pasukan Senol Gunes tersebut belum terkalahkan pada empat laga terakhir di semua kompetisi (tiga menang, satu seri). Selain itu, dukungan penuh fans setia diyakini membuat tuan rumah kian termotivasi untuk membalas dendam.

“Saat kami bermain sebagai tim, sangat sulit bagi siapa pun mengalahkan kami. Kolektivitas adalah kekuatan utama Bayern. Kami memiliki pemain kelas dunia. Tapi, kami tidak tergantung kepada satu orang. Kesempatan kami melaju hingga final sangat terbuka. Namun, faktor lainnya seperti performa, keberuntungan, dan kinerja wasit juga berpengaruh,” tandas Boateng. Soliditas yang ditunjukkan Bayern jelas tidak terlepas dari sosok Pelatih Jupp Heynckes. Juru taktik berusia 72 tahun tersebut mampu mengembalikan Robert Lewandowski dkk ke jalur yang benar setelah sempat limbung di awal musim.

Ciamiknya kinerja Heynckes diakui gelandang Arturo Vidal. Dia mengatakan para pemain begitu nyaman ketika bermain karena sang pelatih mampu melakukan pendekatan dari hati ke hati. “Dia (Heynckes) sudah seperti ayah saya. Dia sangat mengenal saya ketika sama-sama masih di Bayer Leverkusen. Dia mengetahui kapan saya bermain baik dan ketika bermain buruk. Keahliannya berbicara Spanyol membuat segala sesuatunya lebih mudah,”ujarnya.

Guna menjaga stabilitas tim, Vidal meminta petinggi klub untuk segera menyodorkan kontrak baru kepada Heynckes. Dia yakin Bayern sangat cocok bila ditangani pelatih kelahiran Monchengladbach, Jerman, itu. “Akan lebih baik jika Heynckes bertahan. Dia memiliki kualitas melatih Bayern untuk beberapa tahun ke depan. Karier kepelatihannya luar biasa. Dia telah memenangkan banyak gelar di Jerman dan Spanyol. Tapi, semua keputusan ada di tangannya dan kami menghormati apa pun yang diinginkannya,” ucap Vidal.

Alimansyah