Edisi 14-03-2018
Konsumsi Susu Sesuai Usia


SUSU yang berkualitas baik tidak hanya didapatkan dari proses pengolahannya, namun dari sejak sapi diternakkan.

Pengetahuan mengenai teknik pemrosesan susu perlu diperdalam agar orang dapat mengonsumsi susu segar yang berkualitas. Head of Dairy Farm PT Greenfields Indonesia Heru Prabowo menuturkan, susu yang berkualitas baik didapatkan dari kualitas peternakan sapi yang baik pula. Menurut Heru, di peternakan sapi milik PT Greenfields Indonesia di Malang, Jawa Timur, beragam upaya dilakukan dalam memberikan kenyamanan terhadap sapi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas susu terbaik.

“Di peternakan, kami menciptakan sirkulasi udara menggunakan puluhan kipas di kandang, memberikan nutrisi makanan, mengimpor beberapa rumput khusus dari Amerika, hingga memberikan terapi pada sapi, mulai memijat, hingga menyiagakan dokter hewan bila ada yang sakit,” sebut Heru, saat ditemui di Malang, pada Senin (5/3). Senada dengan Heru, menurut ilmuwan nutrisi Dr Matthew Lantz Blaylock, kualitas susu lebih baik dan terjamin apabila kontak dengan tangan manusia bisa diminimalisasi. Namun, menurutnya, hal yang perlu dipahami, susu yang masih mentah mengandung empat bakteri jahat.

Bakteri jahat tersebut, menurut Matthew, bisa dimatikan melalui teknik pasteurisasi. Selain teknik pasteurisasi, ada pula teknik pengolahan susu lainnya, yakni UHT (Ultra Hight Temperature). “Jika orang dewasa membutuhkan tiga gelas susu atau sekitar 500- 700 ml setiap hari, maka anak kecil cukup jauh lebih rendah dari angka tersebut, yakni sekitar 100 ml,” tutur Matthew.

(dwi nur ratnaningsih)