Edisi 14-03-2018
Polda Segera Panggil Kadisdag


MAKASSAR - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mendalami peranan Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Hadi Basalamah dalam kaitan dugaan korupsi anggaran pemeliharaan dan sewa gedung di UPTD Balai Pelayanan Logistik Perdagangan (BPLP) Sulsel.

Keterangan itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani saat dite mui di Kantor Ditreskrimsus Polda Sulsel siang kemarin. ”Sejauh ini sudah diperiksa satu kali kaitan dia disebut menerima uang Rp80 juta, tapi dibantah oleh dia.

Hadi Basalamah masih diperiksa statusnya sebagai saksi,” ujar nya. Meski begitu, penyidik tidak berhenti dari keterangan Kadisdag, melainkan mengumpulkan sejumlah bukti lain, termasuk pemeriksaan dokumen, saksi, dan bukti transfer ke rekening Hadi.

Dicky menegaskan, penyidik bakal melakukan penyidikan mendalam untuk mengusut semua pejabat penerima aliran dana korupsi Kepala UPTD BPLP Nur Azikin. Apalagi, dalam keterangan tersangka, dirinya telah memberikan sejumlah uang setoran ke lebih dari dua pejabat, termasuk Hadi Basalamah.

”Masih akan dipanggil lagi. Ada rencana nanti Kadis Perdagangan diperiksa lagi. Untuk kapannya, ya dalam waktu dekat inilah,” tandas Dicky. Sebelumnya Hadi dihadirkan guna memberi kesaksian te rkait bukti catatan yang mencantumkan namanya, Rabu (14/2).

Namun, di hadapan penyidik dia membantah menerima yang dari tersangka Azikin senilai Rp80 juta. Dalam kasus yang men - jerat Azikin sebagai tersangka seusai ditangkap tangan menerima uang Rp350 juta dari kontraktor Malik Arif, Hadi berperan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Pada kesaksian sebelumnya dia mengakui mengetahui pengerjaan pemeliharaan gedung dengan sistem penunjukan langsung. Meski begitu, Hadi dalam kes aksiannya mengaku semua proses penunjukan rekanan dilakukan bawahannya itu.

”Dia (Hadi) mengatakan, menunjuk Azikin selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Azikin pula yang mengatur serta menunjuk rekanan. Ini menurut Pak Hadi Basalamah,” ujar Dicky. Polda diketahui menangkap tangan Kepala UPTD Balai Pengelolaan Logistik Perdagangan Dinas Perdagangan Nur Azikin bersama kontraktor Malik Arif.

mustafa layong