Edisi 14-03-2018
Jual Senpi, 4 Pria asal Cipacing Ditangkap


BANDUNG– Empat pria asal Desa Cipacing, Kabupaten Sumedang, diringkus anggota Tim Khusus Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar karena memproduksi senjata api (senpi) ilegal.

Senpi ilegal buatan empat ter - sang ka ini telah beredar di se jum - lah daerah di Indonesia dan di gu - nakan untuk tindak keja hatan. Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto menga ta - kan, terungkapnya kasus pro - duksi dan penjualan senpi ile - gal ini berawal dari informasi Polda Sulawesi Utara bahwa ada pe ngi riman senpi ke salah satu war ga Gorontalo.

Setelah di selidiki, ternyata senpi ter - sebut berasal dari Cipacing, Su - medang. Kemudian, penyidik Dit - res kr imum Polda Jabar me - ring kus, Yogi Gama, 37, dan E Ko sa sih, 60, warga Dusun Ci - kopo RT 02/03, Desa Cipacing, Ke ca mat an Jatinangor, Ka bu - pa ten Su medang. Dian Dar - yansyah alias Ramdan, 37, warga Cikopo RT 03/11, Ke ca - mat an Bu ngur sa ri, Pur wa kar - ta, dan Uzza Na ra shima alias Andik, 34, warga Jalan Lobak RT 01/06, Desa Sendangguwo, Kecamatan Tam balang Kota, Semarang.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan 14 pucuk senpi ilegal jenis revolver, FN, dan pen gun, 350 butir peluru berbagai kaliber, serta 2 mesin bubut, dan pelat baja. Pe rin - ciannya, dari tersangka Yogi Gama diamankan 4 pucuk senpi jenis made call kaliber 22, 1 pucuk senpi jenis makarov, 9 butir peluru kaliber 9 milimeter, 1 unit ponsel, dan buku re ke - ning Bank BCA.

Dari E Kosasih diamankan 1 pu cuk senpi jenis walter kaliber 9 milimeter dan 1 pucuk senpi jenis glock. Tersangka Dian Dar yansyah memiliki 1 pucuk ma de call, walter, pen gun, re - vol ver, 300 butir amunisi ka - liber 9 mm, 50 butir peluru kaliber 22 mm, 4 butir peluru 38 spc, dan 1 unit ponsel.

Sementara dari tangan Uzza Nara shi ma alias Andik yang berperan sebagai perantara jual beli senpi ilegal itu di aman - kan satu unit ponsel. “Pengungkapan dan pe nin - dak an ini merupakan upaya Pol - da Jabar untuk menciptakan ke - amanan dan ketertiban ma sya - rakat. Sebab, senpi ilegal itu umumnya digunakan untuk tin - dak an yang tidak baik (kri mi na - li tas),” kataAgung, Selasa(13/3).

Dirreskrim Polda Jabar Kom bes Pol Umar Surya Fana mengemukakan, berdasarkan hasil penyidikan, kelompok ini sudah pernah dipenjara dalam kasus sama, membuat senpi ilegal. Bahkan ayah dari para pe - laku (Yogi Gama dan E Kosasih) yang ditangkap ini, masih men - dekam di penjara.

“Senpi ilegal tersebut dijual ke Aceh, Gorontalo (Sultra), Kutai Kartanegara (Kaltim), Yog yakarta, Semarang, Ban - dung, Sumedang, Purwakarta, dan Majalengka. Senjata api ile - gal itu dijual melalui situs jual beli online dengan kode rahasia pen jualan aqua dan lakban.

Aqua untuk senjata jenis re vol - ver dan lakban untuk jenis sen - jata FN,” kata Umar. Selain membuat senpi ilegal jenis revolver, ujar Umar, para pelaku juga bisa mengubah atau mengonversi pistol air softgun menjadi senjata api. Pelaku meng ubah bentuk magasin. Ha silnya, air softgun bisa di gu - na kan dengan peluru kaliber 22 milimeter.

Namun, senjata itu semiotomatis. “Senpi revolver yang dibuat dengan modal Rp3 juta dijual Rp9 juta. Senjata FN dengan modal Rp3 juta, dijual dengan harga Rp25 juta. Se men tara pen gun dijual Rp7 juta, padahal modalnya hanya Rp2 juta,” ujar Umar. Dia menuturkan, para pe - laku memproduksi dan menjual senpi ilegal ini telah ber lang - sung lama, tiga tahun atau sejak 2015.

Ada indikasi, pelaku telah memproduksi dan menjual puluhan senpi ilegal. Sebagian besar digunakan untuk tindak kejahatan dan ada juga yang untuk koleksi. “Beberapa pelaku kejahatan yang menggunakan senpi ter - indikasi menggunakan senjata buatan para pelaku. Sebab, ciriciri senjatanya identik. Maka, kami meminta bantuan poldapolda lain untuk memberikan file kasus senpi ilegal yang telah diungkap,” tutur Dir res kri - mum.

agus warsudi