Edisi 14-03-2018
Sindikat Order Taksi Online Fiktif Dibekuk


SURABAYA –Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) menangkap lima warga Surabaya berinisial DCT, MGH, KDSK, JS, dan MH.

Mereka di - duga melakukan pelanggaran tin dakpidanatentangInfor ma si dan Transaksi Elektronik (ITE). Wadir Reskrimsus Polda Ja - tim AKBP Arman Asmara me - nga takan, kelima tersangka ini merupakan sindikat pembobol transaksi elektronik taksi ber - basis aplikasi online (Grab) de - ngan keuntungan Rp30 juta per bulan atau Rp1 juta per hari.

Da ri kelima tersangka ini, satu di antaranya perempuan yang berperan sebagai ben dahara, yakni MH. “Semua ter sangka meru pa - kan driver tak si online (Grab) yang memanipulasi dengan cara memesan or der la yanan secara fiktif,” kata nya, kemarin. Masing-masing pelaku, lan - jut nya, memegang 16 gawai un - tuk melakukan order fiktif seolah-olah sebagai pe num - pang. Para tersangka melancarkan aksinya sejak setahun lalu.

Namun, aksi mereka berhasil diungkap setelah polisi men da - pat informasi dari masyarakat dan pihak penyedia layanan transportasi online. “Dengan memesan secara fik tif ini, nantinya order ter se but diharapkan diterima ter sang ka. Sehingga, target pemesanan bisa terpenuhi dan men da pat kan bonus dari per usahaan transportasi online,” imbuhnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Ma - ngera mengungkapkan, pada Senin (5/3) pukul 17.00 WIB, petugas menangkap tiga orang yang sedang melakukan order fiktif. Mereka adalah DCT, MGH, dan JS. Tersangka di - aman kan beserta barang bukti (BB) satu unit mobil, 11 gawai, tiga kartu bank, dan dua modem internet.

“Order fiktif ini di k el o - la via grup WhatsApp (WA) ber - nama Xero sejak November 2017 ,” katanya. Menurut Barung, benda hara ini mengelola iuran setiap driver setiap bulan sebesar Rp350.000. Dana tersebut sa lah satunya digunakan sebagai biaya servis gawai. Dari dana itu juga digu na - kan untuk membeli gawai yang kemudian akan di buat kan akun fiktif.

Dari pe ngembangan kasus ini, Polda Ja tim pada Jumat (9/3/2018) meng amankan MH. “Kelima ter sangka kami jerat Pasal 35 jo Pasal 51 Ayat (1) UU Nomor 1 Ta hun 2008 tentang ITE,” tan das Barung.

lukman hakim