Edisi 14-03-2018
Tujuh Kontainer Jeruk dan Apel asal China Disita


MEDAN- Tujuh kontainer berisi jeruk dan apel asal China diamankan dari Pelabuhan Belawan, Medan, kemarin.

Kedua jenis buah itu masuk ke Sumut tanpa izin Kementerian Perdagangan. Kini kedua komoditas tersebut dalam pengawasan Bea dan Cukai serta Kementerian Perdagangan.

Direktur Tertib Niaga Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Veri Anggrijono di pergudangan Diski Trade Centre Deliserdang mengatakan, pemerintah sudah melarang impor jeruk dari China.

Jeruk impor hanya diperbolehkan dari Pakistan. Very menjelaskan, importasi produk hortikultura diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan menyebutkan, setiap importir komoditas itu harus mendapat persetujuan, tapi pengimpor jeruk itu tidak memenuhi ketentuan tersebut.

”Pengusaha pemasok jeruk dan apel ke Sumut itu tidak mengantongi PI (Persetujuan Impor) sesuai Permendag Nomor 43/MDAG/ PER/6/2017,” ujar Veri. Dia menegaskan, hukuman kepada importir PT Suci Abadi Terang itu sesuai Pasal 24 UU No 7/2014 adalah pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp10 miliar.

Selai itu, izin API (Angka Pengenal Impor) importir itu bisa dicabut. Jika ingin diaktifkan, baru dua tahun lagi bisa diurus. ”Itu pun kalau perusahaan tidak dimasukkan dalam daftar hitam,” katanya. Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, ujar Very, terus menyelidiki kasus pasokan ilegal yang dilakukan pengusaha tersebut.

Kepala Bea Cukai Belawan Haryo menyebutkan, pengamanan jeruk mandarin dan apel ilegal di dalam tujuh kontainer itu dilakukan pada pertengahan Februari 2018.Tujuh kontainer itu berisi 8.721 karton jeruk mandarin dan 1.002 karton apel. Saksi administratif termasuk bea masuk untuk perusahaan itu se kitar Rp2,7 miliar.

Kasie Pelayanan Operasional Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Sudiwan Situmorang menyebutkan, jeruk dan apel dari China itu tidak terjamin kesehatannya.

lia anggia nasution/ant