Edisi 14-03-2018
ADD Simalungun Merosot Rp49 Miliar


SIMALUNGUN - Sebanyak 386 desa di Kabupaten Simalungun mendapat alokasi dana desa (ADD) sebesar Rp250 miliar untuk tahun anggaran 2018.

Jumlah ini jika dibandingkan pada 2017 merosot tajam hingga Rp49 miliar. Kepala Bidang Pemerintahan Desa/Nagori Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMN) Pemkab Simalungun Tagon Sihotang kepada KORAN SINDO mengatakan, penurunan ADD disebabkan kebijakan pemerintah pusat memprioritaskan dana desa kepada desa yang warga miskinnya banyak.

Dia menambahkan, pencairan dana desa tahap awal 2018 saat ini masih menunggu hasil verifikasi laporan pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan dana desa pada 2017. Sejauh ini seluruh kepala desa sudah menyerahkan LPJ penggunaan dana desa 2017.

Jika nantinya dari hasil verifikasi tidak ditemukan adanya penyimpangan pelaksanaan, alokasi dana desa tahap pertama akan segera diproses. Anggota DPRD Simalungun Dadang Pramono berharap pemerintah daerah melakukan pengawasan ketat terhadap pemanfaatan dana desa agar benar-benar digunakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

”Pemkab Simalungun harus aktif mengawasi pemanfaatan dana desa sehingga benarbenar digunakan untuk pembangunan infrastruktur atau kegiatan yang memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Dadang.

Politisi Partai Demokrat itu juga berharap kepala desa untuk membuat badan usaha milik desa (BUMDes) sehingga perekonomian masyarakat desa bisa ditingkatkan. “Saya pikir upaya membuat BUMDes ini bisa direali - sasikan secepatnya.

Masalahnya sekarang adalah apakah ada keinginan untuk itu,” kata Dadang Pramono.Dadang juga menilai BUMDes sebagai cara mempercepat kemakmuran warga

ricky hutapea