Edisi 14-03-2018
Bekraf Fasilitasi Ratusan Pelaku Ekonomi Kreatif


SALATIGA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memfasilitasi 200 pelaku ekonomi kreatif di Salatiga dengan kemudahan meng akses pembiayaan perbankan syariah melalui program yang telah disiapkan.

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo me nga - takan, akses permodalan me ru - pakan salah satu permasalahan dalam mengembangkan per - eko no mian. Bekraf akan mem - bantu para pelaku ekonomi kre - a tif untuk mengurai pe r ma sa - lah an tersebut melalui program yang telah disiapkan, yakni pem biayaan berbasis in te lek - tual bisa berupa merek, hak cip - ta, dan paten sebagai jaminan mengakses pembiayaan.

“Di Indonesia, sumber per - mo dal an sebesar Rp6.000 tri - liun terdapat diperbankan sya - ri ah dan Rp11 triliun di per - usahaan modal ventura. Untuk membantu para pelaku eko no - mi kreatif dalam mendapatkan modal, Bekraf menawarkan so - lusi pembiayaan berbasis ke ka - ya an intelektual,” kata Fadjar ke pada wartawan di sela-sela aca ra Sharia Banking for Crea - tive Bussiness Matching di Sa la - tiga, Selasa (13/3).

Untuk membantu para pe la - ku ekonomi kreatif dalam meng - akses pembiayaan, Bekraf te lah mempertemukan mereka de - ngan sumber permodalan bank syariah melalui Sharia Ban king forCreative BussinessMa tching.

Hal ini untuk men jem batani pe - laku ekonomi krea tif dengan pi - hak perbankan sekaligus me - nge tahui persyaratan yang ha - rus dipenuhi dalam mengakses pembiayaan bank syariah.

Adapun solusi yang akan disiapkan membantu pelaku eko nomi kreatif dalam men g - ak ses permodalan di bank sya - riah antara lain program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pe - laku ekonomi kreatif dalam men dapatkan permodalan dari perbankan. Sementara untuk usa ha mikro bisa mengakses pem biayaan bank syariah hin g - ga Rp25 juta.

Kemudian untuk KUR ritel, pelaku ekonomi kreatif bisa meminjam modal antara Rp25 juta sampai Rp500 juta. Khusus KUR mikro, pelaku ekonomi kreatif bisa meminjam modal tanpa jaminan asalkan benarbenar mempunyai usaha dan minimal sudah berdiri selama enam bulan.

“Perbankan syariah sebagai salah satu sumber pembiayaan di harapkan bisa menyalurkan pembiayaan kepada para pelaku ekonomikreatifuntukme ngem - bangkan usaha, yang ber po tensi meningkatkan produk do mes - tik bruto (PDB) nasional.

Karena ekonomi kreatif mam pu me - nyum banghampirRp1.000tri li - un pada PDB na sional,” ujarnya. Anggota Komisi X DPR RI Jamal Mirdad mengatakan, pe - ran ekonomi kreatif terbilang tinggi. “Karena itu, kami ingin mendorong para pelaku eko no - mi kreatif untuk terus me ngem - bangkan usaha mereka.

DPR bersama Bekraf akan terus men - dukung para pelaku eko nomi kreatif dalam mengembangkan usahanya,” ucapnya. Sementara itu, Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyatakan, Pe merintah Kota (Pemkot) Salati ga juga akan memfasilitasi pe - laku ekonomi kreatif dalam meng akses permodalan di per - bankan.

“Akses permodalan merupakan salah satu per masalahan dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Salatiga. Ka misiap membantu para pelaku eko nomi kreatif dalam mengembangkan usaha mereka,” katanya. Terpisah, untuk mendorong perkembangan ekonomi krea - tif, salah satu trobosan yang dilakukan Bekraf adalah de - ngan ajang Food Startup Indo - nesia (FSI) 2018.

Sosialisasi FSI 2018 ke tujuh kemarin digelar di Yogyakarta. “Dengan FSI ini kami juga memberikan pelatihan pro mo - si dan akses modal terhadap startup kuliner,” terang Direk - tur Akses Non Perbankan Bekraf Syaifullah di sela-sela sosialisasi FSI di Hotel Artotel, Jalan Kaliurang Yogyakarta, kemarin.

Dalam FSI ini, Bekraf akan mempertemukan startup kuliner dengan investor. Para inves - tor ini nantinya akan diberi keleluasaan untuk turut serta menanamkan modal bagi para pengusaha kuliner ini.

Selain menanam modal, para investor diharapkan juga turut andil dalam pemasaran dan promosi. “Akses permodalan ini bukan dalam bentuk pinjaman, na - mun investasi, bantuan pema - saran dan promosi,” tambah - nya.

angga rosa/ ainun najib