Edisi 14-03-2018
Gubernur Sulut Ingatkan Warga Hindari Politik Identitas


MANADO – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengingatkan warga agar hindari politik identitas pada pilkada serentak yang akan digelar pada 27 Juni 2018.

Hal tersebut disampaikan gubernur pada Rakorda Pilkada Serentak Tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2018 yang dilaksanakan di Ruang Mapalus Kantor Gubernur, Selasa (13/3).

”Marilah kita menyatukan tekad dan komitmen untuk menciptakan pilkada serentak yang dilandasi bangunan etika politik serta tidak diselimuti kepentingan radikalisme dan politik identitas,” kata Olly kemarin. Sebab, politik identitas dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Politik identitas berpusat pada politisasi identitas bersama atau perasaan ”kekitaan” yang menjadi basis utama perekat kolektivitas kelompok. Identitas dipolitisasi melalui interpretasi secara ekstrem yang bertujuan untuk mendapat dukungan dari orang-orang yang merasa sama, baik secara ras, etnis, agama, maupun elemen perekat lain.

Olly menegaskan, sinergitas dari semua pemangku terkait adalah kunci utama suksesnya pelaksanaan. Sampai hari ini tahapan pilkada di beberapa kabupaten/kota sudah masuk pada tahap visi misi dan kampanye. Masyarakat sangat antusias, tapi tetap situasi kondusif.

”Kunci utama untuk menyukseskan pilkada adalah sinergitas, persatuan, kesatuan persepsi, tekad dan komitmen, serta keseragaman langkah seluruh stakeholder,” tandasnya. Pilkada serentak akan diikuti 16 pasangan calon (paslon) serta 626.892 daftar pemilih sementara (DPS) yang tersebar pada 79 kecamatan dan 800 desa/kelurahan.

Dia menyebutkan dukungan Pemprov Sulut terhadap hajatan politik yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu sesuai Pasal 126 UUNo 15/2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.

”Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menganggarkan bantuan sebesar Rp2,7 miliar untuk pelaksanaan pengadaan, kegiatan, sosialisasi, dan monitoring pengamanan pilkada serentak pada 2018 ini,” ungkapnya. Hal senada disampaikan Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito.

Dia mengimbau masyarakat mewaspadai politik identitas yang mengedepankan suku, agama, dan golongan pada Pilkada 2018. Bambang mengatakan, untuk persiapan menghadapi pilkada serentak, pihaknya sudah melakukan pemetaan dan melakukan deteksi dini.

”Perlu kepekaan dan tanggap terhadap situasi di tengah masyarakat sehingga apabila ada kejadian kecil cepat direspons agar tidak membesar dan tidak menjadi konflik,” paparnya. Sementara itu, Plt Kaban Kesbangpol Sulut Meiki M Onibala menjelaskan, tujuan dilaksanakannya rakorda pilkada serentak.

”Kegiatan ini untuk meningkatkan koordinasi, konsolidasi serta sinergitas antarunsur- unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan penyelenggara pemilu dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada Serentak 2018,” ujarnya.

Pertemuan itu turut dihadiri Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Fajar Setyawan, Kabinda Sulut Laksma TNI Heri Jamhari, para bupati dan wali kota, para Kapolres, TNI-Polri, para camat dan lurah, serta kepala desa yang ada di Sulawesi Utara.

cahya sumirat