Edisi 16-03-2018
Mendapatkan Istirahat Berkualitas


GANGGUANtidur ternyata tidak bisa dianggap remeh. Faktanya gangguan tidur berkontribusi dalam kemunculan berbagai jenis penyakit.

Sleep apnea misalnya (gangguan tidur serius dengan pernapasan sering berhenti selama tidur), dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung iskemik, stroke, dan diabetes.

Gangguan tidur dalam jangka lama juga bisa menyebabkan obesitas, menurunkan imunitas, bahkan memicu kanker. Selain itu berpengaruh negatif terhadap konsentrasi, memori, dan belajar, termasuk hubungan sosial, dan mood . Produktivitas menurun, serta rentan terkena depresi, dan kecemasan. Belum lagi banyak kasus kecelakaan di tempat kerja atau ketika tengah bekerja yang meningkat akibat gangguan tidur. Dikatakan konsultan kesehatan Edward Yong, ada tiga elemen kualitas tidur yang baik. Pertama yaitu durasi. Lama tidur harus cukup bagi seseorang untuk beristirahat dan bangun pada keesokan harinya. Kedua yakni kontinuitas atau waktu tidur tidak terhenti, dan terakhir kedalaman, yakni tidur harus cukup dalam/lelap sehingga seseorang merasa segar saat terjaga.

“Tidur berkualitas merupakan satu dari tiga pilar kesehatan yang meliputi pola makan sehat dan olahraga teratur,” kata Edward dalam acara “Kenali Iramamu untuk Menikmati Hidup “ yang diselenggarakan Amlife. Tidur yang lelap/dalam disebutkan Edward membantu tubuh memproduksi hormon yang membantu regenerasi sel, memperbaiki organorgan tubuh, dan memecah lemak. Edward menekankan bahwa tidur berkualitas lebih penting ketimbang lamanya tidur. Tidur yang berkualitas ini mencakup lama tidur 7-8 jam, dan dilakukan secara rutin, tidur lelap/dalam.

Guna meningkatkan kualitas dan rutinitas tidur, di antaranya, berangkat tidur pada waktu sama setiap hari, hindari cahaya terang setelah matahari terbenam, tidak disarankan tidur siang untuk dapatkan tidur berkualitas, buat lingkungan nyaman. Maka itu tidak disarankan bekerja di atas kasur. Lew Min Yee, pendiri Amlife International, mengatakan, melalui edukasi secara aktif dan berbagi tentang pentingnya kualitas hidup, Amlife berharap dapat memberikan kontribusi pada kualitas hidup masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja dan kehidupan sosial masyarakat. Gangguan tidur khususnya insomnia sudah menjangkiti masyarakat modern. Insomnia dipicu oleh gaya hidup yang sibuk, penuh tekanan, serta berkembangnya produk elektronik yang berujung pada kurangnya tidur.

Dengan hadirnya terapi potensial listrik dari Amlife, penderita insomnia diharapkan dapat meningkatkan kualitas tidurnya. Terapi yang ditemukan di Jepang sejak 1928 ini telah menjalani studi klinis. Kementerian Kesehatan Jepang telah mengakui terapi potensial listrik sebagai peralatan kesehatan pada 1968 hingga sekarang. Menurut psikolog klinis Aurora Lumbantoruan, insomnia banyak didominasi perempuan usia lanjut, perempuan yang telah menopause, dan umumnya dari ekonomi kelas menengah dan menengah atas. Kebiasaan kerja orang Jakarta yang tinggi, lanjutnya, mengakibatkan tingkat stres meningkat sehingga membuat seseorang mengalami depresi dan berujung pada insomnia.

Sri noviarni