Edisi 23-03-2018
Platform BJtech Berbasis AI Permudah Pelaku UKM


Bagi sebagian besar orang Indonesia, membuat chatbot adalah hal yang hanya bisa dikerjakan oleh bagian IT.

PT Jualan Online Indonesia menghadirkan platform BJtech, sebuah platform percakapan (conversation platform ) berbasis artificial intelligence (AI) yang memungkinkan semua orang, baik pelaku bisnis maupun individu untuk mengembangkan chatbot sesuai dengan kebutuhan mereka masingmasing melalui messaging app. Teknologi automasi percakapan tersebut diprediksi meramaikan industri digital. Meningkatnya pertumbuhan pengguna aplikasi mobile phone messaging di Indonesia diperkirakan mencapai 82 juta pengguna pada tahun 2018 menurut riset oleh eMarketer.com , menjadikan messaging sebagai salah satu bentuk utama interaksi sosial saat ini.

Hal ini menghasilkan evolusi pada customer care yang sudah beralih ke digital customer care melalui penggunaan produk chatbot. Diatce G Harahap, CEO PT Jualan Online Indonesia, mengemukakan, mengusung semangat “Bot for Everyone”, pihaknya ingin menunjukkan bahwa chatbot bisa diciptakan semua orang Indonesia dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UKM, artis, hingga karyawan. Hal ini, lanjut dia, dikarenakan dengan penggunaan platform BJtech, seseorang tidak perlu memiliki keahlian pemograman tertentu. Chatbot pun dapat dibuat dengan waktu yang relatif cepat. “Kami ingin menghilangkan batasan yang ada bahwa membuat chatbot itu sulit. Contohnya, bagi pelaku UKM dapat menggunakan chatbot sebagai digital customer care untuk 24 jam.

Sementara bagi individu dapat menggunakanchatbot untuk kebutuhan mereka sehari-hari ataupun hobi seperti mengembangkan entertainment chatbot ,” ujar Diatce. Platform BJtech yang didukung oleh machine learning technology , dapat menjangkau semua orang dalam satu waktu bersamaan melalui komunikasi paling mudah, yaitu chatting . Para pengguna hanya perlu mengikuti langkah-langkah teknis yang sederhana. Pertama, menentukan tujuan dan fungsi dari pembuatan chatbot . Itu karena akan berdampak pada langkah selanjutnya, yaitu rancangan alur percakapan, gaya bahasa, dan gramatika yang digunakan dalam chatbot . Lalu, diakhiri dengan menghubungkan chatbot yang telah dibuat agar dapat diimplementasikan di salah satu aplikasi pesan yang ada, yaitu LINE.

Penggunaanchatbot pun telah ada di aplikasi pesan seperti LINE di mana ditujukkan bagi perusahaan atau pengusaha untuk mengirimkan info tentang perusahaan, promosi produk, dan lain-lainnya kepada pelanggan. Christa Sabathaly, LINE Senior Business Development Manager, mengungkapkan tren penggunaan LINE di Indonesia dan penggunaan chatbot dalam LINE. Dia menuturkan, terhitung hingga awal 2018, sudah ada lebih dari 2,3 juta akun LINE yang ada di Indonesia. Sebagian besar dari akun LINE tersebut berasal dari pelaku UKM. “Sebagian akun LINE yang ada, memanfaatkan chatbot untuk memberikan informasi produk dan cara pemesanannya. Ini menunjukkan bahwa penggunaan chatbot menjadi komponen yang penting dalam mengoperasikan bisnis mereka untuk melayani pelanggan selama 24 jam,” sebutnya.

Data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada tahun 2017, pelaku UKM yang telah memanfaatkan platform digital dalam memasarkan produknya hanya 3,79 juta dari 59,2 juta UKM. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan akan penggunaan platform digital masih sedikit di antara pelaku UKM.

Rendra hanggara