Edisi 25-03-2018
Icip-Icip Segarnya Mi Asli Jawa


Jika Tiongkok bangga dengan mi bihun, Italia dengan spageti, dan Korea dengan ramyeon, Indonesia juga patut bangga dengan bakmi jawa.

Meski bahan pokoknya sama-sama tepung, penggunaan rempah-rempah khas Nusantara membuat aroma, rasa, dan kekenyalan bakmi jawa terasa lebih menggoda. Bakmi jawa yang asli sudah jarang ditemukan, sekalipun di daerah Ja wa sendiri, seperti di Yogyakarta.

Namun, ada satu warung yang masih mempertahankan resep leluhur dan mengagungkan adat serta budaya lokal, yak ni Bakmi Jawa Mbah Gito. Pencarian warung Bakmi Jawa Mbah Gito se dikit sulit. Sebab, selain berada di pedalam an dan di tengah permukiman warga, warungnya tidak menonjol seperti res toran modern yang menampilkan rekla me iklan, logo, ataupun tulisan superbesar.

Gaya arsitektur yang tradisional seakan menyarukan predikatnya s ebagai warung bakmi. Warung Bakmi Jawa Mbah Gito sangat unik dan akan membawa kita ke za man dulu. Tiang, meja, kursi, saung, ser ta biliknya 100% terbuat dari kayu h utan yang bermacam-macam.

Topeng-topeng Jawa dengan ber bagai karakter, lonceng, pa di kering, sangkar burung, dan wa yang dipajang menggan tung atau dipaku di palang kayu. Di beberapa tiang yang ber dekatan dengan kasir, KORAN SINDO melihat pa hat an wajah-wajah presiden Re publik Indonesia, mulai Soekarno hingga Joko Widodo.

Setiap informasi atau petunjuk juga di tulis meng gunakan bahasa dan aksara Jawa, me ski sebagian beraksara la tin. Pramu sajinya pun mengenakan pa kaian adat lurik. Menu utama yang ditawarkan warung Bakmi Jawa Mbah Gito ada banyak, mulai mi godog hingga rica ayam kam pung.

Pada kesempatan itu, KORAN SINDO hanya memesan migodog yang disebut-sebut sebagai menu an dalan dan mi asli orang Jawa plus susu jahe. Harga satu porsi mi godog Rp22.000 dan susu Rp9.000. Penyajian empat porsi migodog untuk empat orang berlangsung cukup lama, kendati pada saat itu pengunjung hanya sedikit.

Namun, hal ini dapat dimak lumi. Pasalnya, mi godog dimasak satu persatu di atas tungku tanah liat dan api arang. Pemisahan pemasakan itu dimaksudkan agar cita rasa migodog tetap terjaga. Di atas mi godog terdapat taburan bawang goreng, seledri, bawang daun, kol, telur be bek, iris an daging ayam, dan tomat.

Kuahnya agak asin bercampur rasa se gar ber aroma rempah-rempah dan daging. Minya kenyal di lidah, dagingnya empuk, dan telurnya lezat. Mi ja wa sangat nikmat dicicipi dalam keadaan hangat. Bagi yang sering makan mi ins tan, kuah mi jawa asli Mbah Gito akan terasa lebih hambar, mengingat tidak dimasukkannya penyedap rasa monosodium glu tamate (MSG).

Pengunjung dapat menambah kadar garam dengan ga ram yang sudah disediakan di setiap meja, juga jika mau dengan merica bu buk atau kecap manis. Kalau ingin bersantap di sini, siapkan kocek antara Rp10.000-40.000 untuk menu makanan dan Rp6.000-12.000 untuk menu minuman.

muh shamil