Edisi 15-04-2018
Ormas Siapkan Kader Perhutanan Sosial


JAKARTA - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menyiapkan kader untuk mendukung program perhutanan sosial (PS).

Kader ini akan direkrut dari sekolah, perguruan tinggi, remaja masjid serta para dai. Selanjutnya mereka bakal digembleng dan dilatih untuk mendukung program tersebut. Penyediaan dan peningkatan kapasitas kader lingkungan merupakan bagian dari memorandum of understanding (MoU) yang diteken Muhammadiyah dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat (13/4).

Sebelumnya KLHK juga merangkul Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk program yang sama. Secara umum kerja sama dengan Muhammadiyah yang juga melibatkan Aisyiyah ini diarahkan pada program implementasi PS dan kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) serta pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan pihaknya sepakat bekerja sama mendorong pemerataan ekonomi dan pendidikan di sektor kehutanan dan lingkungan hidup untuk mewujudkan Nawacita.

Dalam MoU tersebut para pihak sepaham untuk melaksanakan identifikasi lokasi calon PS dan permasalahannya serta mempercepat terbitnya hak atau izin PS pada calon lokasi sasaran. Selain itu melakukan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas kelompok tani calon penerima atau pengelola PS beserta pendam pingnya.

KLHK dan Muhammadiyah juga akan bekerja sama meningkatkan efektivitas pengelolaan KHDTK di lingkungan kampus. Selain itu menerapkan konsep green school, green campus, green mosque , dan green hospital. “Alhamdulillah Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Siti Nurbaya) menggandeng ormas yang punya dasar lingkungan hidup, termasuk Muhammadiyah.

Ini perlu juga dilakukan kementerian lain supaya jangan salah ambil keputusan,” katanya. Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan bahwa kerja sama ini sangat penting karena Muhammadiyah memiliki jejaring lem baga pendidikan yang relevan guna mendorong berbagai program kerja KLHK. Contohnya Muhammadiyah sudah memiliki lahan di berbagai universitas untuk hutan pendidikan seperti di Sumut, Palangkaraya, dan Bengkulu.

raahmat sahid