Edisi 15-04-2018
Pelindung dari Busa Lebih Kuat daripada Baja, Lindungi Tank dari Ledakan


Penelitian terbaru oleh North Carolina State University dan Angkatan Darat Amerika Serikat menemukan bahan yang dapat menghalangi tekanan dan fragmentasi dari ledakan yang berjarak kurang dari dua kaki.

Para peneliti menyimpulkan bahwa busa logam komposit stainless steel (CMF) dapat melindungi orang yang hanya ber jarak 18 inci dari ledakan berke kuat an ting gi. Tekno logi itu dapat digunakan untuk mencegah luka mematikan dalam peperangan.

Bahan ini memang merupakan pelindung, tapi tidak memiliki bobot yang berat. “Dalam jang ka pendek, kami menemukan bah wa baja CMF menawar kan lebih banyak perlindungan dibandingkan semua jenis bahan baja yang ada, meski bobotnya jauh lebih ringan.

Kami dapat menyediakan per lindungan seperti pelindung baja yang bobotnya lebih berat dan memberi lebih banyak perlindungan dengan bobot yang sama,” papar Profesor Afsaneh Rabiei.

“Banyak kendaraan militer menggunakan baja yang ter buat dari baja homogen yang bobotnya tiga kali lipat lebih berat dibandingkan baja CMF kami tanpa mengorbankan keselamatan, lebih baik meng halangi tidak ha nya pe cah an, juga gelombang ledakan yang mengakibatkan trauma, seperti luka otak berat,” ungkap Rabiei.

Rabiei menjelaskan, “Itu akan mengurangi bobot kendaraan secara lebih signifikan, menambah jarak tempuh, menghemat bahan bakar, serta memper baiki kinerja kendaraan tempur.” Studi menunjukkan bahan baru tersebut terbukti sangat berguna.

“Para peneliti menilai, baja CMF dapat menahan tekanan gelombang ledakan dan mencegah pecahan baja dan tembaga akibat ledakan serta alumunium dari pecahan ledak an,” papar hasil penelitian. “Ketebalan dari baja CMF juga menghentikan gelombang ledakan,” ujar Profesor Rabiei.

Para peneliti juga menciptakan model komputer untuk me nunjukkan bagaimana teknologi dapat bekerja dalam berbagai situasi. “Jika dibandingkan dengan hasil ekspe ri men, model menunjukkan kemiripan.

Para peneliti ke mu dian meng gunakan model un tuk mem prediksi bagaimana baja alu minium 5083 yang sudah ada di pasar, dengan baja CMF saat diuji dengan ledakan berkekuatan tinggi di dekat nya,” ungkap laporan peneliti an itu.

Para peneliti menemukan hasil pengujian menunjukkan baja CMF memenangkan tes tersebut. Model komputer menunjukkan pelindung aluminium, meski melindungi dari pecahan, tapi ada beberapa pecahan yang masuk lebih dalam. “Ini dapat mengakibatkan lebih banyak kerusakan dan membuat stres para ten ta ra yang menggunakan pelin dung itu,” papar laporan itu.

Namun, baja CMF dapat menyerap energi gelombang ledakan dan pecahannya, membuat pelindung dapat mengurangi tekanan dan menawarkan lebih banyak proteksi. Para peneliti akan menguji produk baru itu pada balistik berkaliber tinggi dan ledakan bom rakitan. Produk itu telah dites dengan radiasi, senapan serbu, dan panas yang tinggi. Laporan tentang studi itu dirilis di Journal of Composite Structures.

syarifudin