Edisi 15-04-2018
Drama Delapan Menit


SOUTHAMPTON–Chelsea menghidupkan persaingan tiket Liga Champions lewat drama delapan menit di Southampton di St Mary’s tadi malam.

Sempat tertinggal 0-2 sampai menit ke-60, The Blues berbalik unggul dengan skor 3-2 melalui dua gol Oliver Giroud dan satu gol Eden Hazard. Tambahan tiga poin tersebut memang tidak langsung mendongkrak The Blues ke area empat besar klasemen sementara yang menjadi area lolos Liga Champions.

Tapi, kemenangan tersebut membuat Chelsea hanya berjarak tujuh poin dari peringkat empat yang ditempati Totenham Hotspur dan tiga milik Liverpool dengan 67 poin. Dengan lima pertandingan tersisa, masih ada 15 poin yang diperebutkan untuk berebut tiket Liga Champions.

Setidaknya Chelsea tinggal menjaga momentum agar tidak terpeleset di pertandingan sisa dan berharap Tottenham atau Liverpool tergelincir di pacuan akhir. “Kemenangan bagus, tetapi bagi saya paling penting adalah melihat semangat yang tepat dan antusiasme di babak kedua,” kata Pelatih Chelsea Antonio Conte setelah pertandingan.

Kemenangan juara bertahan Liga Primer ini bisa disebut salah satu comeback terbesar musim ini. Tertinggal 0-2 membuat Conte melakukan perubahan. Mantan pelatih Juventus itu memahami bahwa keputusannya melakukan beberapa perubahan di starting line up dibanding saat melawan West Ham United akhir pekan lalu sedikit memunculkan ketidakseimbangan di tim.

Setelah gol kedua The Saint, Conte langsung melakukan dua perubahan yang diharapkan memberi tekanan lebih. Davide Zappacosta yang baru menjadi starter setelah dicadangkan melawan West Ham ditarik keluar untuk memberikan jalan pada Pedro Rodriguez pada menit ke-61 masuk ke lapangan.

Oliver Giroud juga dimasukkan menggantikan Alvaro Morata sebagai penyerang tengah. Kegagalan mendapatkan poin penuh membuat keinginan The Saints lolos degradasi menjadi tertunda. Mereka tetap bertahan di peringkat ke-18 klasemen sementara terpaut tiga angka dari Crystal Palace FC yang berada satu tingkat di atasnya.

Hughes tak menutupi kekecewaannya. Menurut dia, pemainnya telah gagal memanfaatkan momentum yang ada di depan mata. Hasil pertandingan sama sekali tidak mencerminkan jalannya laga. Apalagi, lanjutnya, mereka kebobolan gol dari bola-bola sederhana yang seharusnya bisa diantisipasi.

“Kami dikalahkan dengan kualitas bagus, tetapi bola-bola sederhana di tengah kotak karena mereka mendapat tembakan bebas dari jarak delapan meter. Itu tidak bisa terjadi,” ucapnya, dikutip BBC.

maruf