Edisi 16-04-2018
Elite PKS Perlu Belajar Kelola Konflik


KONFLIK internal PKS dinilai bisa merugikan konsolidasi partai dakwah menjelang pelaksana an Pilkada 2018 dan Pemilu Serentak 2019.

Elite PKS pun diminta lebih dewasa dalam mengelola konflik sehingga tidak menggerus kepercayaan publik. Konflik yang terjadi antara Fahri Hamzah dan elite PKS serta rotasi kepengurusan di sejumlah pengurus PKS ting - kat wilayah dinilai memperkecil peluang partai dalam meraih banyak suara di Pilkada mau - pun Pemilu Serentak 2019. Direktur Eksekutif Para - meter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, konflik parpol selalu menyisakan luka dan insoliditas internal. Konflik Fahri dan elite PKS secara otomatis merusak stabilitas mereka.

“Sementara gejolak di daerah/DPW yang menentang pemecatan sebagai bukti sahih munculnya friksi-friksi PKS yang justru mengganggu per - siap an mereka menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019,” ucapnya. Adi melanjutkan, sebagai partai kader yang menge de pan - kan ketaatan pada elite mesti - nya rotasi dan pergantian di internal PKS tak menimbulkan gejolak. Sejak awal PKS dikenal dengan ketaatan pada ustaz dan murobimereka. Pergantian atau rotasi mestinya dimaknai biasabiasa saja yang lazim terjadi pa - da semua partai secara ala miah. “Di sepak bola saja ganti pelatih biasanya berdampak pada pergantian dan pola permainan dalam tim. Itu wajar,” ucap Adi.

Adi mendorong PKS belajar dari Golkar yang terbiasa meng - hadapi konflik internal dan bisa menyelamatkan elektabilitas partai. “Jika tidak dikelola de - ngan baik, konflik dengan Fahri dan perlawanan DPW karena dirotasi sangat mengganggu soliditas PKS menghadapi pilkada dan pemilu,” kata Adi. Sementara itu, Direktur Eksekutif Vox Pol Center Pangi Syarwi Chaniago menyatakan konflikantaraFahriHamzahdan elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bisa berdampak pada kon - solidasi dan perolehan suara par - tai di Pemilu 2019. Pangi menilai konflik internal yang tengah merembet ke ra nah hukum ini mencerminkan bahwa kepengurusan era Presi den PKS Sohibul Iman tengah memainkan politik gaya sapu bersih faksi, bukan politik akomodasi.

Dia melanjutkan, energi elite PKS akan habis hanya un - tuk mengurus dan bagaimana menyingkirkan Fahri. Bukan sebaliknya, memompa sema - ngat kader agar bisa mewu jud - kan target perolehan kursi PKS pada 2019. Pangi sangat menya yang - kan konflik yang terjadi di inter - nal PKS ini. Dia memastikan par tai politik yang menjadi pe - saing PKS di Pemilu 2019 ber - tepuk tangan dan menikmati konflik di internal PKS. “Jelas partai lain diuntungkan dengan konflik internal elite PKS,” ucap Pangi.

Sindonews/ nono suwarno