Edisi 16-04-2018
Pabrikan RI Stop Produksi untuk Vietnam


JAKARTA - Sudah empat bulan terakhir Indonesia tak bisa lagi mengekspor puluhan ribu mobil dengan tujuan Vietnam.

Produsen-produsen mobil memilih menghentikan pro duksi akibat kebijakan baru Pemerintah Vietnam yang kian memperketat peng ujian kendaraan asal Indo nesia. Lewat aturan Pemerintah Vietnam terbaru, yakni Prime Minister Decree N o. 116/2017 (Decree on Requirements for Manufacturing, Assembly and Import of Motor Vehicle and Trade in Motor Vehicle War ranty and Maintenance Ser vices) dan Circular N o. 03/ 2018 (Regulation on The Che c king on Imported Automobiles for Technical Safety and Envi ronmental Protection ), ekspor mobil dari Indonesia menjadi tak mudah.

Di antara isi aturan ter sebut adalah mobil dari In do nesia yang masuk Vietnam harus di uji lebih dahulu sejauh 3.000 km. “Otomatis stop produksi ka re na masih ada hal yang perlu di-clear -kan,” ung kap Sekjen Ga bungan Industri Kendaraan Ber motor Indo nesia (Gaikindo) Kukuh Ku ma ra di Jakarta kemarin. Akibat aturan tersebut, sejak Januari-April, praktis ekspor puluhan ribu mobil dari Indonesia terhenti. Peng - hentian ini sa ngat merugikan karena volu me ekspor mobil ke Vietnam tergolong tinggi, yakni men capai 38.0000 hing - ga 40.000 unit per tahun. Pemerintah Indonesia te lah mengirim delegasi untuk melakukan konsultasi teknis dengan Pemerintah Vietnam dan asosiasi kendaraan ber mo - tor Vietnam.

Delegasi Indonesia terdiri atas per wa kilan Kementerian Per da gang an, Kementerian Per hu bungan, Kementerian Per in dustrian, dan Gaikindo. “Ka mi juga sudah bertemu de ngan asosiasi kendaraan ber motor Vietnam di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Kami harap segera ada kabar po sitif,” kata Kukuh. Ketua Umum Gaikindo Yo - hannes Nangoi mengatakan, peraturan Prime Minister Decree No.116/2017 dan Cir - cular No.03/2018 menjadi tech nical barrier bagi ekspor Indonesia. “Dalam peraturan itu mobil yang kita ekspor di - haruskan diuji sejauh 3.000 km,” terang Yohannes. Pemerintah Vietnam, me - nurut dia, mengambil sampel 2 unit per model per kiriman via kapal.

“Misalnya ada 5 model dalam satu shipment sebanyak 700 unit. Maka diambil masingmasing dua unit. Jika tidak lolos, semua mobil akan di kem ba li - kan,” paparnya. Tak hanya mobil, menurut Yohannes, Gaikindo juga men dapatkan informasi bah - wa kebijakan serupa akan di - terapkan untuk ekspor kom - ponen mobil dari Indonesia ke Vietnam. “Ini tentu industri kita akan terpukul,” tegasnya. Wakil Ketua Komisi VI DPR Bidang Industri Dito Ganinduto menegaskan, pe - me rintah telah melakukan ber bagai upaya agar mobil asal Indonesia bisa diekspor lagi ke Vietnam. “Setahu saya sudah bisa ekspor, tapi jika belum tentu kami juga menaruh per - ha tian serius,” paparnya.

Dia menambahkan ma sa lah ini harus dicari kan so lu si nya. Apalagi in dus tri au to motif me - rupakan salah satu penggerak per eko nomian na sional karena bisa menyerap banyak tenaga kerja dan in vestasi.

anton c