Edisi 16-04-2018
Pemerintah Harus Gerilya Lacak Transaksi Belanja Online Asing


JAKARTA –Pakar ekonomi bisnis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Muhammad Nafik meminta pemerintah bergerilya menelusuri perusahaan belanja online asing yang masuk ke pasar Indonesia.

“Dengan begitu, pemain belanja online luar negeri akan ketahuan dari jejak tran - saksi mereka. Perlu ada kerja sama dengan pihak per ban - kan terkait sistem finansial teknologi saat ini karena sekarang rata-rata sistem pembayaran atau transaksi keuangan melalui teknologi virtual,” papar Nafik me - nanggapi pernyataan Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) yang meminta perlunya di - buatkan aturan tarif pajak bagi belanja online asing. Nafik mengatakan, aturan main tarif pajak belanja online selain sebagai upaya per lin du - ngan UMKM, juga un tuk me - na han laju pemain asing de - ngan menetapkan pajak bagi mereka. Di sisi lain pemerintah juga harus bisa mengimbangi strategi de ngan mendorong UMKM ke pasar ekspor me la - lui pe manfaatan teknologi online.

“Nantinya UMKM ha - rus mam pu memanfaatkan tek no logi digital untuk me - ning katkan pasar mereka dan le bih luas menjangkau di se - luruh dunia,” sebutnya. Meski begitu ekonom yang aktif sebagai Ketua Umum Majelis Sarjana Ekonomi Islam (MaSEI) ini meng ungkapkan masyarakat Indo nesia saat ini lebih menikmati berbelanja lewat jalur online yang dirasa lebih praktis. “Sebanyak 40% kegiatan belanja saat ini me - lalui online karena lebih me mu - dahkan. Kelihatannya saja tingkat belanja masyarakat turun, ter nyata tidak karena ak tivitas transaksinya melalui online,” jelas Nafik.

Lebih jauh dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Unair itu men - jelaskan, harus ada atur an tarif pajak belanja online asing dan itu sangat urgen. Jika tidak ada peraturan mengenai regulasi belanja online, negara akan kehilangan potensi pajak yang luar biasa. “Sejatinya tarif pajak belanja online asing sebagai salah satu langkah menambah income ne gara. Kalau tidak di - atur, me mungutnya akan kesulitan. Pemerintah harus mem - bangun sistem itu. Aturannya harus jelas,” tuturnya.

Bangun Produk Digital Dalam Negeri

Pengamat hukum bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Faris Satria Alam mengatakan, Indonesia harus membangun produk digital dalam negeri untuk melindungi ritel dari serangan belanja online asing. “Seharusnya Indonesia bisa buat sendiri (produk digital) agar tidak tergerus online yang rata-rata milik asing seperti apa yang dikatakan HT,” ujar Faris. Dia menjelaskan, keber - ada an industri digital ber fung - si mengembangkan produk dalam negeri sekaligus mengubah mindset pelaku UMKM untuk terjun ke bisnis online. “Agar semua wilayah di Indonesia dapat merasakan keha - dir an internet,” katanya.

Untuk memperlebar jang ka - uan UMKM, Faris menga takan, instansi terkait perlu me laku - kanedukasisecara berkalake pa - da pelaku UMKM yang ingin masuk ke sistem belanja online. “Agar adanya pening kat an kua - litas sehingga pro duk Indonesia siap bersaing,” jelasnya. Sementara itu, pengamat ekonomi makro Universitas Surabaya (Ubaya) Bambang Budiarto mengatakan, saat ini arus produk asing semakin hari semakin tinggi. Jika Indonesia tidak cepat mengatasi persoalan ini, pro - duk asing akan marak masuk ke pasar Indonesia. “Dikha wa - tirkan, Indonesia diserbu pro - duk dari negara lain. Tentu ini akan sangat merugikan ka la - ngan UMKM,” ucap Bambang.

Sebelumnya HT menga ta - kan, perlu regulasi untuk me - lindungi usaha padat kar ya dari perusahaan berbasis in - ter net yang didominasi asing. Toko online, menurut HT, se - harusnya jangan men jual produk yang bersaing dengan UMKM, tapi seba liknya bisa membantu men jual barangbarang produksi UMKM. Selain itu HT menjelaskan, perlu ada pengaturan tarif pa - jak belanja online asing untuk melindungi ritel dalam negeri. Diketahui saat ini, belanja online asing baru akan dikenai pajak bila harga barang yang dibeli di atas USD100. Sementara barang di bawah harga tersebut tidak dikenai pajak.

Hal tersebut jelas ber dampak pada lesunya usaha lokal, bahkan tak sedikit yang harus menutup usahanya karena tidak mampu ber saing. Adapun untuk mendorong kemajuan UMKM di Tanah Air, HT akan membuat portal atau website khusus agar UMKM bisa menjual barangbarang produksi mereka.

“Saya akan membuat portal untuk mendorong UMKM tum buh. Saat ini mereka ber - saing dengan belanja online besar,” ujarnya. Nantinya UMKM dari se - luruh Indonesia bisa mema - sarkan produknya di portal tersebut dan melakukan tran - saksi dengan konsumen.

M yamin