Edisi 16-04-2018
Rating Naik, Saatnya Proaktif Sambut Investasi


JAKARTA – Pemerintah harus cepat membenahi layanan investasi seiring dinaikkannya peringkat utang oleh Moody”s Investor Service (Moody”s).

Momen ini diharapkan mendorong arus investasi ke dalam ne - geri baik dalam bentuk porto fo - lio di pasar keuangan maupun sektor riil sehingga meng ge rak - kan perekonomian. Dengan perbaikan rating utang ke level Baa2 oleh Moody”s, kini Indonesia telah diakui oleh empat lembaga pe - meringkat internasional ber - ada pada satu tingkat lebih ting - gi dari level investment grade terdahulu. Sebelumnya Fitch Ra tings meng-upgrade rating utang dari sebelumnya ‘BBB-’ menjadi ‘BBB’, Standard and Poor”s (S&P) dari sebelumnya “BB+” menjadi “BBB-”, dan Rating and Investment In for - mation (R&I) dari BBB- (Outlook Positif) menjadi BBB (Outlook Stabil).

Khusus untuk pemberian rating terbaru dari Moody”s, peringkat tersebut adalah level tertinggi yang pernah dicapai oleh Indonesia. “Dalam hal ini pemerintah harus lebih pro - aktif. Segera fa si litasi ketika para investor me na nyakan mi - tra lokal yang bisa di ajak bekerja sama. Pengetahuan tentang peluang investasi di Indonesia juga masih menjadi masalah. Ini yang krusial harus dibenahi demi iklim investasi,” ujar Men - teri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Ke pa la Ba - dan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bap pe nas) Bam - bang PS Brodjo ne goro di Ja kar - ta kemarin. Pada Jumat (13/4) lalu Moody”s meningkatkan sove - reign credit rating (SCR) In donesia dari semula Baa3 dengan outlook positif menjadi Baa2 dengan outlook stabil.

Dalam siaran persnya Moody”s me - nyatakan faktor kunci yang mendukung keputusan ter se - but adalah kerangka kebijakan yang kredibel dan efektif yang dinilai kondusif bagi stabilitas makroekonomi. Menurut lembaga peme - ring kat internasional tersebut, meningkatnya cadangan devisa dan penerapan kebijakan fiskal serta moneter yang berhati-hati memperkuat ketahanan dan kapasitas Indonesia dalam meng hadapi gejolak eksternal. Di sisi fiskal, pemerintah dinilai mam pu menjaga fiskal defisit di bawah batas 3% sejak diber - lakukan pada 2003. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo me ngatakan, defisit yang dapat di pertahankan di level rendah yang didukung pembiayaan ber - sifat jangka panjang dapat men - jaga beban utang tetap rendah sehingga mengurangi kebu tuh - an dan risiko pem biayaan.

Di sisi moneter, menurut dia, BI telah menunjukkan re - kam jejak dalam memprio ri tas - kan stabilitas makroekonomi. Penerapan kebijakan nilai tukar fleksibel dan koordinasi ke bi - jakan yang lebih efektif antara bank sentral dengan peme rin - tah pusat dan daerah dinilai mampu menjaga inflasi di level yang cukup rendah dan stabil. “BI juga semakin aktif meng gu - nakan instrumen makropru - den sial dalam menghadapi ge - jolak,” ujarnya. Menurut Agus, pencapaian ini merupakan suatu prestasi be - sar di tengah masih ber lan jut nya ketidakpastian eko nomi glo bal yang memengaruhi perkembangan eko no mi di kawasan.

Sementara itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, ke - naik an peringkat utang Indon - esia oleh Moody”s dari Baa3 de - ngan outlook positif menjadi Baa2 dengan outlook stabil akan berdampak positif mendorong pertumbuhan industri jasa ke - uangan dan stabilitas pereko no - mian Indonesia. “Peningkatan rating Moody”s akan me ning - katkan keper ca yaan inves tor untuk berinvestasi di Indo ne sia, termasuk di industri jasa ke - uangan khususnya di pasar mo - dal,” kata Ketua Dewan Ko mi - sioner OJK Wimboh Santoso.

Dia meyakini perbaikan rating dari Moody”s ini juga me - nunjukkan kepercayaan ter ha - dap stabilitas sistem keuangan nasional yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan risiko geopolitik yang terjadi saat ini. Ekonom Bank Permata Josua Pardede menuturkan, per baikan rating utang dari Moody”s menunjukkan bahwa kerangka kebijakan baik fiskal maupun moneter kredibel dan efektif dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Menurutnya defisit fiskal dan tingkat utang yang terjaga de ngan baik telah mengurangi ri siko pembiayaan.

Sementara di sisi kebijakan moneter, ke bi - jak an BI dalam menjangkar in - fla si dan stabilitas nilai tukar juga terus menjaga iklim in - vestasi. Selain itu, menurut dia, rasio jatuh tempo utang In do - nesia terhadap cadangan devisa menunjukkan bahwa kerentanan eksternal berada pada ting - kat aman. “Dengan rating upgrade terse but, ada potensi CDS (credit default swap) Indonesia turun yang mengindikasikan bahwa persepsi risiko investasi juga terus membaik. Dengan de mi - kian biaya pinjaman akan lebih rendah,” ujar Josua. Dia menambahkan, dampak dari naiknya rating utang ter - sebut akan membuat iklim in - vestasi semakin baik. Adapun Head of Research BNI Sekuritas Norico Gaman memprediksi, pasar keuangan saat ini tengah diselimuti opti - misme cukup tinggi.

Kondisi ini dapat mendukung per tumbuhan ekonomi domestik yang ta - hun ini diperkirakan mencapai 5,3% sama seperti prediksi dari Dana Moneter Internasional (IMF). Sementara untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang meng alami pertumbuhan positif di level 6.850 pada tahun ini. “Ini seiring membaiknya pertumbuhan perekonomian Indonesia. Kami cukup positif terhadap prospek IHSG tahun ini secara moderat di kisaran 6.850,” papar Rico.

Dia mengatakan, opti mis me tersebut muncul setelah melihat kinerja emiten pada 2017 yang rata-rata mencatatkan per tumbuhan 15%. Hal ini men jadi cerminan kekuatan pa - sar domestik yang masih ber peluang terus tumbuh.

kunthi fahmar sandy/hafid fuad