Edisi 16-04-2018
Aliansi Barat Berpeluang Serang Suriah Lagi


LONDON – Kekuatan Barat un tuk sementara tidak berencana melakukan serangan rudal lagi di Suriah. Meski demikian, agre si bersama ini akan tetap dilakukan jika Damaskus kem bali menggunakan senjata ki mia.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Inggris mengung - kap kan itu kemarin saat debat memanas terkait legalitas dan efek tivitas serangan Inggris, Pran cis, dan Amerika Serikat (AS) ke fasilitas senjata kimia Suriah. Tiga negara tersebut melun curkan lebih dari 100 rudal un tuk menyerang program sen jata kimia Suriah pada Sab - tu (14/4). Serangan ini dianggap ba lasan atas serangan gas be ra cun di Kota Douma se pekan lalu. Tiga negara tersebut mene gaskan mereka tidak bertujuan menggulingkan Presi - den Su riah Bashar al-Assad atau in ter vensi dalam perang sipil yang telah berlangsung tujuh tahun.

Presiden AS Donald Trump memuji serangan rudal itu se - ba gai kesuksesan, tapi Suriah dan aliansinya meng ang gap - nya se ba gai aksi agresi. Se rang - an ru dal itu menjadi intervensi ter be sar Barat untuk melawan Assad dan aliansinya, Rusia. Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Ser gei Lavrov menyebut serangan rudal itu tak dapat diterima dan tak memiliki da - sar hukum. Di Damaskus, Deputi Men lu Suriah Faisal Mekdad ber te mu para pengawas dari Orga ni sasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) selama tiga jam de ngan dihadiri pejabat Rusia dan se – orang pejabat keamanan Su riah.

Para pengawas dari OPCW itu mencoba mengunjungi lo ka si se rangan gas beracun itu di Dou - ma. Moskow mengecam ne - gara-negara Barat yang meno lak menunggu temuan OPCW se - belum serangan rudal itu.Saat meninggalkan hotel tem pat per temuan berlangsung, Mekdad menolak berkomentar kepa da para jurnalis yang telah me nunggu di luar hotel. Menlu Inggris Boris John - son membela keputusan Per - da na Menteri (PM) Inggris The re sa May untuk terlibat da - lam se rangan itu. “Ini bukan ten tang perubahan rezim. Ini bu kan men coba membalik arah kon flik di Suriah,” kata Johnson pada BBC.

“Tidak ada proposal di meja saat ini untuk serangan se lan jutnya karena sejauh ini,” tutur Johnson se - nada dengan per ny ataan Duta Besar (Dubes) AS untuk Perserikatan Bangsa-Bang sa (PBB) Nikki Haley. Haley menjelaskan, saat per temuan darurat Dewan Ke - aman an PBB, Trump menga ta - kan kepadanya bahwa Suriah menggunakan gas racun lagi, Negara-negara Barat me nu - duh pemerintahan Assad se ba - gai pelaku serangan sen ja ta ki - mia di Douma pada 7 April yang menewaskan 75 orang. Rusia me nyangkal ada serang an gas ki mia di Douma dan Inggris me micu histeria anti-Rusia. Di Damaskus, Assad men jelas kan kepada para anggota par lemen Rusia bahwa se rangan ru dal Barat merupakan aksi agre si.

Suriah merilis video puing laboratorium riset yang hancur akibat serangan bom itu. Assad tetap berangkat beker ja ke kantornya seperti bia - sa meski terjadi serangan rudal ter sebut. Belum ada laporan jum lah korban akibat serangan rudal itu.

syarifudin