Edisi 16-04-2018
Banjir dan Longsor Terjang Bogor


BOGOR – Hujan deras mengguyur wilayah Bogor sejak Sabtu (14/4) petang hingga malam menyebabkan sejumlah lokasi di Kota/Kabupaten Bogor di landa longsor dan banjir.

Bah kan, longsor di Jalan Raya Jasinga, tepatnya di Kampung Muncang, Desa Sipak, Jasinga, Kabupaten Bogor, membuat arus lalu lintas terganggu karena timbunan tanah dan bebatuan dari tebing sempat menutupi badan jalan. “Ya betul, longsoran sem pat menutup badan jalan. Tapi saat ini sudah bisa dilintasi kembali,” ujar Dan dim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Fransisco, kemarin. Tinggi timbunan tanah dan bebatuan itu sekitar satu meter dengan lebar 10 meter. Satu tiang listrik ikut roboh. “Tak ada korban jiwa karena lokasi jalan jauh dari permukiman pen du - duk,” ujarnya. Kasubbag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena me - nyatakan, tiang listrik utama yang ikut roboh menyebabkan aliran listrik di Kecamatan Jasinga padam.

Sekretaris Badan Penang - gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Pranowo menjelaskan, pihak - nya mencatat ada sekitar dela - pan titik tersebar di wilayah Kabupaten Bogor mengalami bencana banjir dan longsor dalam dua hari terakhir. “Banjir dan tanah longsor tersebut diakibatkan in ten sitas hujan yang tinggi dua hari terakhir. Paling terdam pak bencana ada di tiga desa di Kecamatan Jasinga, yaitu Desa Curug, Lugalajaya, dan Pame - garsari,” katanya. Budi menyebutkan, ben cana banjir merendam sem bilan ru - mah di Desa Pamagarsari, Ke - camatan Jasinga, akibat luapan Sungai Cikeam. “Tidak ada kor - ban jiwa, hanya rumah warga ter diri dari 41 jiwa terendam,” kata Budi.

Selain itu, banjir meren dam tiga rumah di Desa Luga lajaya, Jasinga. Selain merendam ru - mah, banjir juga meng han yut - kan sebuah jembatan di kam - pung itu. Banjir dan tanah long - sor juga terjadi di Desa Curug. Sebelumnya peneliti Senior Pusat Pengkajian, Perencanaan, dan Pengembangan Wi la yah, Lembaga Penelitian dan Pe ngabdian kepada Masyarakat dari Institut Pertanian Bogor (P4W LPPM IPB) Ernan Rustiadi menyebutkan, kerusakan lingkung an di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung akibat menurunnya daya du - kung membuat sejumlah lokasi di kawasan Puncak, Bogor, rawan longsor. “Hingga per 5 Februari 2018, terdapat 55 titik longsor di dua desa di kawasan puncak,” ujarnya.

Haryudi