Edisi 16-04-2018
Calon Presiden Sayap Kanan dan Hijau Unggul


SAO PAULO - Tokoh lingkungan Marina Silva dan politisi sayap kanan Jair Bolsonaro diunggulkan sebagai calon presiden dalam pemilu di Brasil, jika mantan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva tak dapat maju.

Lula kini dipenjara dalam kasus korupsi dan diperkirakan tak bisa mengikuti pemilu presiden mendatang. Survei yang digelar Datafolha menun - jukkan Lula akan menang pe - milu presiden Oktober jika dia diizinkan mengikutinya. Vonis terhadap Lula pun membuat calon presiden lain mendapat peluang untuk me - nang. Jika Lula tak bisa maju, beberapa skenario telah di - susun sebagai alternatif. Survei menunjukkan Bolso - na ro meraih 17% suara dan Ma - r ina 15% suara. Datafolha menjelaskan, survei itu me mi - liki margin of error 2% sehingga setiap kandidat masih dapat sa - ling melebihi perolehan suara. Jika Lula tak bisa bertarung, sayap kiri Ciro Gomes dan man - tan Ketua Mahkamah Agung (MA) Joaquim Barbosa dari Par - tai Sosialis Brasil (PSB) ber ada di peringkat ketiga dengan masingmasing 9% suara.

Sur vei juga me - nempatkan Presiden Brasil Mi - chel Temer dan man tan Menteri Keuangan Henri que Meirelles sebagai kandidat untuk koalisi ber kuasa. Temer dan Meirelles menarik hanya 1 atau 2% suara. Lula tampaknya tak bisa maju karena undang-undang (UU) Brasil melarang seseorang yang dinyatakan bersalah se - telah banding pengadilan untuk maju merebut jabatan publik. Dalam simulasi dengan Lula dapatmaju, diaakanmeraih30% suara. Dalam simulasi tanpa dia terlibat, survei me ne mukan kemungkinan peng gantinya, yakni mantan Wali Kota Sao Paulo Fernando Haddad yang hanya akan meraih 2% suara. Brasil akan menggelar pe - milu pada Oktober untuk me - milih presiden, gubernur bagi 26 negara bagian dan distrik federal, serta anggota kongres.

Para kandidat dilarang meng - gunakan donasi dari per usa - haan, setelah skandal korupsi yang membuat beberapa poli tisi dan pengusaha masuk pen jara. Sebelumnya, Lula menye - rah kan diri ke kepolisian pada Sabtu (7/4). Penyerahan diri itu mengakhiri sehari penuh ke bu - ntuan untuk mulai menjalani hukuman penjara 12 tahun dalam kasus korupsi. Kasus ini pun membuat Lula terganjal dari upayanya kembali ber - kuasa di Brasil. Lula digiring kepolisian ke kota Curitiba, tempat dia diadili dan divonis tahun lalu.

Dia ke - mudian dibawa ke kantor pusat kepolisian federal untuk menjalani hukumannya. Para demonstran pendu - kung Lula bentrok dengan ke - polisian di luar dinding gedung kepolisian federal. Para petugas menembakkan granat kejut, gas air mata, dan peluru karet untuk membubarkan massa pendukung Lula.

Syarifudin