Edisi 16-04-2018
Demonstran Hungaria Tolak Hasil Pemilu


BUDAPEST - Puluhan ribu demonstran Hungaria ber un juk rasa di Budapest pada Sab tu (14/4) waktu lokal untuk menentang sistem pemilu tidak adil sehingga Partai Fidesz yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Viktor Orban kembali menang.

Orban menang untuk periode ketiga pemerintahan pada pemilu Minggu (8/4), se - telah kampanye antiimigrasi mendapat banyak dukungan untuk partai berkuasa Fidesz di parlemen. Pemilu itu mem - berinya dua per tiga kursi di parlemen berdasarkan hasil penghitungan awal. Penyelenggara unjuk rasa menyerukan penghitungan kem bali surat suara, media yang bebas, undang-undang pe milu baru, serta kerja sama antarpartai oposisi. Unjuk rasa itu merupakan terbesar di Hungaria dalam beberapa ta - hun terakhir, serupa dengan de - monstrasi propemerintah yang digelar sebelum pemilu. Fidesz mendapat 49% sua ra dan para kandidatnya me nang 91 wilayah konstituen dari total 106 kawasan konstituen yang sebagian besar dari wilayah per - desaan.

Kandidat oposisi sayap kiri menang dua per tiga suara di berbagai dis trik di Buda pest. Sebanyak 37% pemilih Fi desz berusia di ba wah 30 tahun. Ada - pun 46% pemilih Partai Fi desz berusia lebih tua dari 50 ta hun, me nu rut survei lembaga pe - nelitian Median awal pekan ini. Organisasi untuk Ke aman - an dan Kerja Sama di Eropa menjelaskan, pemilu itu tidak memberi ruang bagi partaipartai oposisi untuk leluasa ber partisipasi. “Sistem pemilu Fidesz dan kampanye keben - cian pemerintah telah men do - rong suara mayoritas menjadi minoritas sepertiga di par le - men,” ungkap penyelenggara unjuk rasa antipemerintah. Demonstran berpawai dari Opera House, Istana Neo-Re - naissance abad 19 ke Gedung Parlemen dekat Sungai Da nube.

Mereka mengibarkan bende ra tiga warna Hungaria dan bendera Uni Eropa (UE). Me re - ka membawa peluit dan te rom - pet yang dibunyikan selama unjuk rasa. Saat para demonstran me - me nuhi lapangan besar di luar Ge dung Parlemen, banyak orang berjalan di jalanan uta ma sambil meneriakkan, “Kami mayoritas.” Penyelenggara unjuk rasa memperkirakan jumlah de - mons tran mencapai lebih dari 100.000 orang. Unjuk rasa ber - ubah seperti festival saat se - orang penyanyi pop naik ke panggung dengan membawa lagu berjudul “pseudocracy” untuk mengkritik Orban. “Viktor Orban telah me lu - pakan dari mana dia berasal,” ujar Ors Lanyi, penyelenggara unjuk rasa.

Berbeda dari unjuk rasa pekan lalu di Szekesfehervar yang mendukung Orban dan diikuti warga usia tua, de mons - trasi di Budapest me na rik banyak generasi muda. “Ka mi kecewa dan saya pikir ba nyak dari kita kecewa dengan hasil pemilu, saya pikir yang ti dak bersih,” kata Palma, 26, yang mengikuti unjuk rasa.

Syarifudin