Edisi 16-04-2018
Dikeluhkan Peserta, Praktisi Pendidikan Minta Dievaluasi


JAKARTA - Peserta Ujian Nasional (UN) memprotes soal UN yang dinilai terlalu sulit. Kemendikbud berdalih soal itu termasuk kategori soal high order thinking skill(HOTS).

Peserta UN pekan kemarin menyerbu Twitter dan Ins ta - gram resmi Kemendikbud yang memprotes sulitnya soal ujian yang diberikan terutama di bidang Matematika, Fisika, dan Kimia. Mereka bilang soal yang diberikan berbeda de - ngan kisi-kisi yang dipelajari. Bahkan banyak yang mem pro - tes mengapa soal UN yang diberikan setara dengan soal Seleksi Bersama Masuk Per gu - ruan Tinggi Negeri. Direktur Sekolah Global Se - villa Robertinus Budi Setiono menjelaskan, seperti protes yang ramai di dunia maya, para siswanya memang me la por - kan bahwa soal Fisika, Kimia, Matematika itu memang di luar soal yang mereka latih saat tryout.

Dia mengatakan, ada kekhawatiran nilai yang akan diterima siswanya mengalami penurunan. "Kalau dilihat ke - luhannya, iya lah pasti (ada penurunan) meski memang tidak akan jeblok," katanya di Jakarta. Masalah lain yang di la por - kan siswanya juga soal mata pelajaran Bahasa Inggris. Soal itu menyajikan pertanyaan em pat penyanyi Indonesia dan pertanyaannya adalah mana penyanyi yang berambut co ke - lat, sementara naskah soal tersebut tidak dicetak ber war - na, melainkan hitam-putih. "Soal itu sangat mem bi ngung - kan siswa sebab soal dicetak hitam-putih, sementara per ta - nyaannya adalah mana pe - nyanyi berambut cokelat, " ucap Robert.

Menurut Robert, ada de - lapan komputer yang pada saat UNBK tidak bisa dibuka ka - rena masalah koneksi. Namun, selang lima menit masalah bisa diatasi. Meski mengakui masih ada persoalan di UNBK, dia menilai UNBK lebih efektif, irit, dan meminimalisasi ke bo - coran. Dia meyakini target 100% UNBK tahun depan bisa terwujud asalkan pemerintah bisa membiayai infra struktur - nya. Robert juga meminta pe - merintah mengevaluasi kon - ten soal ujiannya misalkan soal yang mempertanyakan warna rambut itu dihilangkan saja. Sekolahnya yang berstatus satuan pendidikan kerjasama (SPK) atau yang dulu dikenal dengan RSBI memakai standar Cambridge yang terbiasa de - ngan soal cerita.

"Kami ter bia - sa dengan soal cerita. Kalau di Indonesia, kan tidak. Sekarang pemerintah harus membuat penyajian soal cerita yang bagus," jelasnya. Sementara itu, Menteri Pen didikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effen - dy mengatakan, Ke men dik - bud akan melakukan evaluasi untuk menanggapi keluhan siswa yang menganggap soal tahun ini terbilang lebih sulit dari tahun lalu. Evaluasi di - lakukan agar pelaksanaan UN dari tahun ke tahun semakin baik. "Ya (Kemendikbud akan la kukan evaluasi). Ada atau ti - dak ada keluhan evaluasi pasti dilakukan," katanya kepada KORAN SINDOkemarin.

Neneng zubaidah