Edisi 16-04-2018
Mahasiswa Harus Jadi Pionir Tumbuhkan Optimisme


MASIH ramai soal perdebatan mengenai keadaan Indonesia pada 2030. Sebagian setuju bahwa ancaman Indonesia akan bubar adalah hal yang logis sehingga memang perlu diwaspadai.

Sebagian lain justru berpandangan pada tahun tersebutlah Indonesia akan berada pada situasi ekonomi yang sedang kuat-kuatnya di antara negara-negara lain di dunia. Lepas dari apa yang akan ter jadi sesungguhnya pada 2030 atau 80 tahun pasca-In - do nesia merdeka, yang paling pen ting adalah semua elemen bangsa harus mempersiapkan diri menghadapi segala kon - disi. Alangkah baiknya jika per - de batan tersebut sudah wak tu - nya kita konversikan menjadi usaha bersama yang akan betul-betul memberikan opti - mis me hingga 2030.

Usaha dan kerja optimal dalam rangka me nyiapkan Indonesia 2030 ter sebut bukan hanya berada pada pundak pemerintah, peme gang kebijakan, pasar, pemo dal, ekonom, ataupun elemen makro yang lain. Na - mun, mahasiswa juga punya tang gung jawab moril untuk turut serta mencerahkan Indo - nesia pada 2030 dan tahuntahun setelahnya. Pada tahun tersebutlah ken dali-kendali kebijakan, per - ekonomian, dan pemerintahan sudah mulai dipegang oleh orang-orang yang sekarang masih duduk di kursi kuliah sebagai mahasiswa. Tentu kesempatan tersebut terbuka lebar bagi kalangan mahasiswa yang catatan sejarahnya dianggap amat baik bagi perjalanan republik ini di antaranya perjuangan dalam meraih ke merdekaan dan mendorong re for - masi beberapa tahun silam.

Sejarah itu mengisyaratkan bah - wa perubahan juga ada di ta - ngan mahasiswa. Zaman milenial mem be ri - kan kesempatan seluas-luas - nya bagi siapa pun dia yang ingin memberikan manfaat kepada yang lain, lintas teritori dan kalangan. Era milenial mem buka kesempatan bagi ma hasiswa untuk menebar bakti pada negeri ini tanpa ba - tasan tempat, waktu, dan ke - sempatan. Karya-karya anak muda yang orientasinya serbaelek tro - nik seperti e-commerce, e-lear - ning, e-organization, e-know ledge, e-research, dan elektronik-elek - tronik lainnya yang sudah ba - nyak dibuktikan dan dirilis seharusnya mampu menjadi cam buk bagi mahasiswa lain untuk melahirkan karya-karya yang lebih monumental lagi.

Dengan begitu, optimisme pa - da tahun-tahun mendatang akan semakin kuat. Selanjutnya mahasiswa ju - ga perlu memberi sum bang an bagi keutuhan bangsa di te - ngah masifnya gerakan-gerakan yang mengancam ke har mo - nisan berbangsa. Mahasiswa harus bisa ikut menyatukan ma na saja sisi masyarakat yang rentan retak akibat gesekan isu SARA, hoaks, dan sentimen pro vokatif lain. Mahasiswa ha - rus mampu jadi peredam, bu - kan justru pihak yang senang meniup bara provokasi hingga menjadi api perseteruan dalam masyarakat.

Terakhir, dalam rangka tu - rut andil mencerahkan Indone sia pada tahun mendatang, ma hasiswa dituntut sadar kewajibannya baik yang sifatnya fisik seperti belajar, keor ga nisasian, dan aktivitas aka demik lainnya maupun terhadap ke wa jiban nonfisik yang ber - kait an dengan tanggung ja - wab so sial kemasyarakatan seperti tu rut andil dalam bermasyarakat yang akhirnya bermuara pada tujuan menumbuhkan opti mis me dalam membangun bang sa di kemudian hari.

KABIR AL-FADLY HABIBULLAH
Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Berita Lainnya...