Edisi 16-04-2018
Hubungan Baik yang Berujung pada Kebaikan


Sebuah bisnis ibarat sebuah kehidupan sosial. Sa tu dengan yang lain sebenarnya tidak bisa dipisahkan. Satu sama lain bisa sangat bergantung.

Meski di satu sisi, kadang kompetisi pun bisa ber - langsung sengit an tarbisnis. Na - mun sejatinya, jika dicermati, saat kompetisi ter jadi pun, “ke - hi dupan” bisnis jus tru meng - geliat makin kuat. Contoh nyata kita lihat di pa - sar-pasar atau kompleks per da - gangan di mal-mal. Sebut saja ITC Roxy Mas sebagai pusat handphone dan berbagai alat ko - mu nikasi terdepan. Hampir satu gedung berjualan barang yang nyaris sama dan senada. Sekelibat mata memandang, pasti terjadi persaingan satu sama lain. Namun, coba lakukan transaksi di salah satu pedagang. Jika barang tak ada atau ke ha - bisan, sang pedagang akan me - ngontak relasinya.

Di sini prinsip relasi antar peda gang, bahkan yang bersaing se kali pun, men - jadi sama-sama un tung. Pembeli pun diun tung kan karena barang yang diinginkan bisa didapat. Hubungan saling meng un - tungkan antarpedagang semacam itu jika ditelaah lebih jauh sebenarnya berkembang dalam ranah bisnis apa pun. Koneksi yang terjalin antarpebisnis men - ja di sebuah ikatan layaknya ke hi - dupan sosial bermasyara kat. Di sini, saya teringat konsep yang selalu jadi bagian penting dalam bisnis, yaitu hubungan baik.

“Hubungan baik” bisa di pa - hami dalam berbagai konteks. Na mun, pada tulisan ini meru - pakan prinsip—atau bah kan filosofi—yang bisa meng hi - dupkan bisnis. Prinsip ini pada dasarnya bagaimana kita men jaga hubungan de - ngan orang lain, ke ra - bat, teman, sa nak sau dara, atau siapa pun yang kita te - mui, demi ke lang ge - ngan bis nis kita. Karena bisa dilakukan de - ngan berbagai cara, ada ka la - nya dipahami sebagai hal negatif. Namun, yang ingin saya te kan kan tentu kita gunakan yang positif alias me njaga hubungan baik de - ngan hal-hal baik dan benar. Dalam penerapannya, ibarat kehidupan keluarga atau ber - masyarakat, berbisnis pun pasti ada konflik.

Dalam hal ini, hu - bungan baik akan menjadi “jalan keluar” yang diharapkan da pat menyelesaikan berbagai persoalan secara damai. Begitu pula dalam akuisisi, merger, atau ekspansi bisnis yang melibatkan dua pihak atau lebih. Banyak melihat itu se ba - gai business as usual, tetapi pasti sebuah hubungan baik menjadi penentu sukses ti - daknya upaya tersebut. Bukan itu saja, saya melihat banyak sekali perni kah an antar pe bis - nis meli bat kan generasi di dalamnya. Tentu diharapkan membawa nilai-nilai baik untuk membangun bisnis ber sama.

The Cup of Wisdom

Menurut saya, ada beberapa hal perlu di ga - risbawahi agar hu bu ngan baik yang terjalin bisa lang - geng dan bermanfaat bagi banyak orang. Pertama, hubu ngan harus mengun - tung kan ke dua belah pihak. Dalam kon teks ini, setiap bisnis yang dij a lan kan, kita ha - rus memandang jauh ke depan, bagaimana agar apa yang kita lakukan benar-be nar bisa mem - bawa keuntungan bagi masingmasing pihak ter libat di da - lamnya. Dengan be gitu, ma - sing-masing pihak akan saling merasa nyaman se hingga hu bu - ngan akan terus ter bina dengan baik. Kedua, hubungan tidak bo - leh hanya berdasar saat merasa membutuhkan.

Sebenarnya tak salah juga, saat merasa perlu se - suatu, kita menjalin hubungan baik dengan seseorang. Namun, ada baiknya, hubungan itu bu - kan hanya sesaat. Sebab kita tak pernah tahu, suatu saat—baik kita atau relasi tersebut—akan saling kembali memerlukan satu sama lain, butuh saling me - nolong, butuh saling dukung, butuh nasihat. Lagi pula, secara etika, bukankah kita bisa lebih saling percaya pada orang yang bukan hanya berhubungan pa - da saat diperlukan saja? Ketiga, jalin hubungan de - ngan siapa saja. Sering kali kita hanya memaksimalkan hu bu - ngan pada pihak-pihak tertentu yang dianggap bisa membantu melancarkan usaha atau bisnis kita.

Padahal sebenarnya, bisa jadi kita malah terbantu oleh pihak-pihak lain yang kadang tak kita kira. Misalnya, kita jus - tru bisa menjalin relasi dengan seorang pengusaha berkat ke - de katan dengan pe nge mu di - nya. Atau kita mendapat ke - sem patan bergabung dengan se buah proyek karena ada in for - masi dari anggota ko mu nitas seni/budaya yang kita ikuti. Intinya, jalin hubungan dengan siapa saja, lebarkan per - gaulan dengan siapa pun, maka pe luang untuk memajukan bis - nis selalu akan terbuka.
Salam sukses, luar biasa!