Edisi 16-04-2018
Laba Bersih Perusahaan Tercatat 2017 Meningkat 22%


Sesuai ketentuan keterbukaan informasi dari Otoritas Jasa Keuangan, kalangan Perusahaan Tercatat diwajibkan memublikasikan lapor an keuangan tahunan paling lama 90 hari setelah ber akhirnya tahun buku.

Dengan demikian, untuk tahun buku 2017 selambatnya 31 Maret 2018, se - mua perusahaan tercatat harus sudah menyampaikan laporan keuangan, baik melalui publi - kasi media nasional maupun kepada OJK dan Bursa Efek In - donesia (BEI). Dari 464 Perusahaan Ter - catat yang telah menyampaikan laporan keuangan tahunan un - tuk tahun buku 2017 kepada BEI. Sebanyak 79,95% atau 371 Perusahaan Tercatat berhasil me raih laba bersih. Akan tetapi, terdapat 93 perusahaan ter - catat membukukan rugi bersih. Sebanyak 280 perusahaan di antaranya berhasil mencatat kenaikan laba bersih sepanjang 2017 dibandingkan tahun 2016. Sedangkan 184 per usa - haan lain mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun buku 2016.

Sementara itu, total nilai aset dari 464 perusahaan ter ca - tat yang telah menyerahkan laporan keuangan tahunan 2017 mengalami kenaikan 11,11% menjadi Rp10.064 triliun dibandingkan tahun bu - ku 2016 sebesar Rp9.057 triliun. Permodalan seluruh Per usahaan Tercatat juga me - ng alami kenaikan dengan total nilai ekuitas meningkat 12,45% menjadi Rp2.869 triliun di - bandingkan tahun sebe lumnya sebesar Rp2.551 triliun. Sedangkan total pen dapatan dari 464 Per usahaan Tercatat sepanjang tahun 2017 me ningkat 13,03% men jadi Rp3.134 triliun dibandingkan ta hun 2016 sebesar Rp2.772 triliun.

Seiring pening kat - an pen da pat an ter se - but, laba bersih dari 464 Per usahaan Tercatat pun me ningkat 22% menjadi Rp347 triliun dari Rp284 triliun yang dibukukan tahun 2016. Jika dicermati per individu perusahaan, laba bersih ter besar tahun 2017 di - raih PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mencapai Rp32,7 triliun atau meningkat se kitar 12,10% di bandingkan tahun 2016 sebesar Rp29,17 triliun. Posisi kedua di - tem pati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan laba bersih Rp29,04 triliun atau naik 10,74% dari tahun sebelumnya sebesar Rp26,22 triliun. Se - dang kan posisi ketiga di tem - pati PT Bank Central Asia Tbk dengan laba bersih Rp23,32 triliun atau meningkat 13,03% dari tahun 2016 sebesar Rp20,63 triliun.

Kemudian persentase ke - naik an laba bersih seluruh Per - usahaan Tercatat BEI selama 2017 berkisar 22%, maka be - saran angka kenaikan itu akan meningkatkan kapasitas bursa saham. Kenaikan laba sebesar 22% juga menggambarkan po - tensi kenaikan harga sahamsaham di BEI selama 2018. Peluang ini bisa dimanfaatkan para investor untuk ber in ves - tasi di pasar modal karena pasar saham akan bergerak meref leksikan kenaikan kinerja per usa - haan tercatat. Lazimnya, besaran (persentase) laba Perusahaan Tercatat akan tercermin di pasar saham. Ukuran yang mudah dicermati adalah dari kenaikan Indeks Har ga Saham Gabungan (IHSG). Selama tahun 2017, in deks sa - ham BEI tercatat naik se besar 19,9%.

Padahal persentase kenaikan laba Perusahaan Ter ca - tat tahun buku 2016 ha nya berkisar 10%. Jika seorang investor ber - investasi secara cer mat pada saham-saham pe nen tu per ge - rak an indeks, se ti dak nya po - tensi return yang bisa diraih se - ki tar 19,9%. Kenaikan laba ber - sih tahun buku 2017 sebesar 22% menggambarkan po tensi return yang bisa di per oleh in - ves tor dari bursa saham.

*Kerja Sama Redaksi KORAN SINDO dan Bursa Efek Indonesia