Edisi 16-04-2018
PJB Kembangkan Kampung Batik Betawi


JAKARTA – PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar me miliki program menarik dalam mendukung pencapaian tar get Sustainable Development Goals ( SDGs) diIndo nesia.

Pembangkit listrik ra mah ling - kungan berbahan ba kar gas de - ngan kapasitas 2048 MW ini ber usaha menjadikan Desa Se - gara Jaya, Kecamatan Taru ma - jaya, Kabupaten Be kasi, Jawa Barat, sebagai kam pung batik. “Program corporate social resposbility (CSR) yang dilak sa - nakan PT PJB harus bisa men - cerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ser - ta mampu melestarikan ling - kungan hidup secara ber ke lan - jutan,” kata Komisaris PT PJB Defy Indiyanto Budiarto di Ja - karta, kemarin. Defy didampingi Kepala Bi - dang Stakeholders Ma na ge - ment PT PJB Doddy Nafiudin dan GM UP Muara Tawar Lavi Ru mandioko meninjau pem - bangkit UP Muara Tawar dalam mendukung sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Ja - mali), Jumat (13/4).

Setidaknya ada dua hal me - ngemuka selama kunjungan ke UP Muara Tawar yang telah men dapat predikat proper hijau 4 kali ini. Pertama adalah program CSR Kampung Batik Betawi dan kedua adalah ke - siapan UP Muara Tawar dalam mendukung sistem kelistrikan Jamali. Saat kunjungan la pa - ngan UP Muara Tawar mampu beroperasi full load. Hal ini positif dalam mendukung pe - lak sanaan ujian nasional yang sedang berlangsung. Defy Indiyanto mene gaskan, perusahaanharusme mi liki paradigma 3P: People, Pla net, dan Profit.

Selain me nge jar pro - fit, perusahaan juga harus mam - pu memberi man faat bagi ma - syarakat (people ) dan bagi ling - ku ngan (planet). PJB dari ting - kat key perfor mance indicator (KPI) telah men da patkan “AAA” dan telah men jadi terbaik di an - ta ra anak per usahaan PLN lain - nya. “Namun dari sisi public re lation dan communication, PJB se - dang mela ku kan inovasi per - baikan pe ningkatan,” kata Defy.

General Manajer PJB UP Mua ra Tawar Lavi Rumandioko mengatakan, CSR unggulan PJB, khususnya di Muara Ta war, meliputi program pengembangan usaha batik Be tawi, ekowisata bakau, dan pe ngelolaan sampahterpaduyangsemuanya sudah dirintis sejak 2014.

Edi purwanto