Edisi 16-04-2018
Terbangun Dari Tidur


LONDON–Sempat “tertidur” pada tiga pertandingan, yakni kalah 0-3 dari Liverpool pada leg pertama perempat final Liga Champions, menyerah 2-3 dari rival sekota Manchester United (MU), dan kembali kalah 1-2 dari The Redspada legkedua, Manchester City akhirnya terbangun.

The Citizens mengamuk di kandang Tottenham Hotspur dengan menang 3-1 dalam lanjut an Liga Primer, Minggu (15/4). Kemenangan ini me mupus kekhawatiran Pep Guardiola, pelatih Man City, yang belum juga memberikan pesta juara bagi fans. Sejak tiga kekalahan beruntun tersebut muncul ketakutan Kevin de Bruyne dkk bahwa mereka akan mengangkat trofi juara hingga semua laga Man City habis. Kemenangan ini meng indikasikan kegarangan Man City kembali. The Citizens nyaman di puncak klasemen sementara dengan 87 poin. Menanggapi kondisi itu, Pelatih Pep Guardiola memilih menghabiskan waktu bersantai bersama keluarga. “Saya akan bermain golf dengan anak saya,” kata Guardiola, dilansir dailymail.

Guardiola justru mengaku senang dengan kinerja timnya yang mampu keluar dari te kanan pasca tiga kekalahan be run - tun di semua kompetisi, termasuk tersingkir dari per empat final Liga Champions. Bermain di hadapan pen du kung lawan, The Citizens tampil meyakinkan dengan men jaringkan tiga gol yang masing-masing dilesak - kan Gabriel Jesus (22), Ilkay Gun dogan (25 pen), dan Ra - heem Sterling (72). Tottenham memperkecil kedudukan lewat Christian Eriksen (42).

“Secara keseluruhan, kami menunjukkan performa brilian melawan Tottenham. Ini ada - lah level permainan terbaik yang kami tunjukkan se pan jang musim. Ketika orang-orang kami gagal karena ter singkir dari Liga Champions, saya pikir mereka tidak me ngerti sepak bola. Liga Primer bermain setiap tiga hari dalam 10 bulan. Kompetisi ini lebih penting dari apapun karena para pemain telah bekerja keras,” ujarnya. Karena itu, terlepas dari apa pun yang akan terjadi, Man City hanya butuh satu ke me nangan saat menjamu Swansea City, Minggu (22/4). Guardiola pun mengindikasikan bahwa The Citizens bakal tampil de ngan amunisi terbaik guna me wu jud - kan pesta juara Liga Primer di Eti had Stadium.

“Kami me miliki kesempatan kedua. Kami ga gal saat me la wan MU. Seka - rang kami ber harap bisa me rayakan gelar juara Liga Primer di hadapan fans. Para pemain pan - tas men dapatkannya karena fokus yang mereka tunjukkan sepanjang musim,” paparnya. Di kubu lawan, hasil buruk menandai penurunan grafik Tottenham. Maklum, se be - lumnya tim berjuluk The Lilywhites tersebut tidak ter ka lah - kan pada 14 laga beruntun Liga Primer (11 menang, tiga seri). Uniknya, tim terakhir yang menumbangkan Tottenham juga Man City yakni ketika kalah 1-4 pada pertemuan per tama, Desem ber lalu. Ke ke cewaan di rasa kan oleh Pelatih Mauricio Pochettino.

Dia mengungkapkan faktor utama kegagalan timnya adalah mengawali laga dengan buruk. “Kami sangat terpukul karena kami kebobolan dua gol pada 20 menit pertama. Se telah itu kami baru bermain. Saya senang dengan kinerja tim sepanjang musim, tetapi kami harus terus berkembang,” ungkapnya. Meski begitu, Pochettino memilih menatap ke depan. Dia meminta para pemainnya segera fokus mempersiapkan diri sebaik mungkin jelang laga mela wan Brighton & Hove Albion, Se lasa (17/4).

Nakhoda asal Argentina itu menilai ke menang an sangat penting untuk mengamankan tiket Liga Champ ions musim depan. Saat ini Hugo Lloris dkk berada di peringkat 4 klasemen semen - tara dengan 67 poin.

Alimansyah