Edisi 16-04-2018
Tuntutan Luis Milla


JAKARTA - Tim nasional Indonesia U-23 dituntut meningkatkan level permainan pada test event Asian Games pekan depan.

Skuad Garuda Muda harus bekerja keras untuk mengimbangi tiga tim peserta, terutama juara Piala Asia U-23, Uzbekistan. Andrey Sidorov dkk dipastikan turut berpartisipasi dalam Turnamen PSSI Anniversary Cup 2018 yang digelar pada 27 April-3 Mei di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Uzbekistan menggantikan Malaysia yang sebelumnya mengundurkan diri dari turnamen yang sekaligus test event Asian Games 2018 tersebut. Keikutsertaan Uzbekistan membuat level turnamen makin meningkat mengingat dua kontestan lain merupakan tim kuat yakni, Korea Utara dan Bahrain.

Skuad besutan Ravshan Khaydarov baru saja merengkuh gelar juara Asia setelah mengalahkan Vietnam 2-1 pada final, Januari lalu. Pelatih Timnas U-23 Luis Milla mengaku antusias anak asuhnya berkesempatan menjajal kekuatan Uzbekistan. Dia tidak menampik jika Uzbekistan bermain di level lebih tinggi dibanding anak asuhnya. Karena itu, dia meminta skuad Garuda Muda tidak berkecil hati dan menjadikannya motivasi untuk mengeluarkan kemampuan terbaik untuk mengimbangi Andrey Sidorov dkk. Pelatih asal Spanyol ini menekankan, dalam turnamen nanti, dia tidak menekankan soal menang atau kalah. Sebaliknya, dia berharap pemainnya bisa banyak belajar dan meningkatkan level permainan.

“Saya bahagia tim saya bisa bermain lawan Uzbekistan yang merupakan juara Piala Asia U23. Tentu ini sebuah kebanggaan tersendiri. Seperti yang kita ketahui, Uzbekistan bermain di level yang tinggi sehingga pemain harus bekerja keras. Semua pemain harus meningkatkan levelnya untuk bisa mengimbangi mereka,” kata Milla. Tuntutan Milla agar seluruh pemain meningkatkan level permainannya cukup beralasan. Hansamu Yama dkk sudah menjalani rangkaian training centre dalam satu tahun terakhir sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2018, Agustus mendatang. Sejauh ini prestasi terbaik skuad Garuda Muda adalah runner-up Turnamen Aceh Solidarity Cup 2017.

Selain itu, pasukan Merah Putih juga merebut medali perunggu pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Dalam empat bulan ke depan Luis Milla akan dihadapkan pada ujian sesungguhnya yakni Asian Games. Pada pesta olahraga terbesar negara Asia tersebut, Indonesia yang menjadi tuan rumah ditargetkan lolos ke babak semifinal cabang sepak bola. Luis Milla menambahkan, sebagai persiapan menghadapi turnamen, timnas akan kembali menggelar pemusatan latihan Senin (23/4). Dia memastikan anak asuhnya akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat menghadapi seluruh tim yang kemungkinan menjadi lawan pada Asian Games nanti.

“Ini turnamen yang bagus buat kami dan penting untuk pemain untuk mengetahui level mereka. Yang pasti, kami juga akan tampil maksimal. Untuk persiapan, kami telah menjalani program latihan dalam pemusatan latihan,” ujar Milla. Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menyatakan, keikutsertaan tim sekelas Uzbekistan makin meningkatkan level kualitas turnamen. Ini menjadi ujian yang sangat kompetitif untuk timnas dalam persiapan menuju Asian Games 2018. “PSSI memang sangat serius untuk persiapan timnas menuju Asian Games. Karena itu, kami membuat turnamen dengan mengundang tim-tim papan atas. Ini ujian yang bagus untuk timnas. Bukan soal menang atau kalah, mereka harus tampil maksimal untuk mengetahui level mereka,” kata Ratu Tisha.

Sesuai jadwal, pada partai pembuka Jumat (27/4) mendatang, Uzbekistan akan meladeni Korea Utara. Sementara pada laga kedua menampilkan tim Indonesia melawan Bahrain. Selanjutnya pada partai kedua yang digelar hari Senin (30/4), Bahrain akan mengawali pertandingan melawan Uzbekistan. Adapun Indonesia menantang Korea Utara. Pada partai terakhir, 3 Mei 2018, Bahrain akan bertarung melawan Korea Utara. Sementara Indonesia menghadapi Uzbekistan. Juara dari turnamen ini adalah tim yang mengoleksi poin tertinggi dari tiga laga yang dimainkan.

“PSSI menyiapkan dua Stadion yakni Gelora Bung Karno Jakarta dan Pakansari Cibinong untuk event ini. Khusus pertandingan hari pertama pada 27 April bermain di Gelora Bung Karno,” kata Head of Competition PSSI Ronny Suhatril.

Abriandi




Berita Lainnya...