Edisi 16-04-2018
Hindari Diabetes dengan Gaya Hidup Sehat


DIABETES adalah penyakit berbahaya dan mematikan. Data Kementerian Kesehatan yang diperoleh dari Sample Registration Survey 2014 menunjukkan bahwa diabetes menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan persentase 6,7%, setelah stroke (21,1%) dan penyakit jantung koroner (12,9%).

Di Indonesia, prevalensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan dari 5,7% pada 2007 menjadi 6,9% atau sekitar 9,1 juta jiwa pada 2013. Data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi sebanyak 10,3 juta jiwa. Jika tidak ditangani dengan baik, World Health Organization (WHO) bahkan mengestimasikan angka kejadian diabetes di Indonesia akan melonjak drastis menjadi 21,3 juta jiwa pada 2030. Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Asjikin Iman Hidayat Dachlan MHA mengatakan, 90% dari total kasus diabetes merupakan diabetes tipe 2.

“Diabetes tipe 2 umumnya terjadi pada orang dewasa. Namun, beberapa tahun terakhir juga ditemukan pada anak-anak dan remaja. Hal ini berkaitan erat dengan pola diet tidak seimbang dan kurang aktivitas fisik yang membuat anak memiliki berat badan berlebih atau obesitas,” ungkap dr Asjikin di Jakarta, Jumat (13/4). Dia menuturkan, orang yang hidup dengan diabetes tipe 2 memiliki gejala yang begitu ringan. Penderita tidak akan menyadari kondisi kesehatannya tengah terganggu dalam jangka waktu lama sehingga penyakit ini pun cenderung terabaikan.

“Namun, penyakit diabetes tipe 2 akan diam-diam merusak fungsi berbagai organ tubuh dan menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit kardiovaskular, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi anggota tubuh bagian bawah. Diabetes yang tidak ditanggulangi segera dapat menyebabkan penurunan produktivitas, disabilitas, dan kematian dini,” papar dr Asjikin. Menurutnya, orang tua memegang peranan penting dalam melindungi keluarga dari diabetes. Orang tua sebaiknya memperhatikan faktor gaya hidup tidak sehat yang menjadi pemicu diabetes tipe 2, antara lain jumlah asupan energi yang berlebih, kebiasaan mengonsumsi jenis makanan dengan kepadatan energi yang tinggi meliputi tinggi lemak dan gula, kurang serat.

“Juga faktor lainnya, seperti jadwal makan tidak teratur, tidak sarapan, kebiasaan mengemil, teknik pengolahan makanan yang salah (banyak menggunakan minyak, gula, dan santan kental), serta kurangnya aktivitas fisik yang diakibatkan kemajuan teknologi dan tersedianya berbagai fasilitas yang memberikan berbagai kemudahan bagi sebagian besar masyarakat,” beber dr Asjikin. Untuk melindungi keluarga dari diabetes tipe 2, ada hal yang bisa dilakukan, di antaranya tidak makan sambil menonton TV, batasi penggunaan gawai, perbanyak aktivitas di luar ruangan, biasakan makan dengan keluarga, sarapan sehat, membawa bekal makanan sehat dan air putih dari rumah, batasi konsumsi makanan siap saji dan pangan olahan (jajanan dan makanan selingan manis, asin, dan berlemak), perbanyak konsumsi sayur dan buah, tidak merokok dan minum minuman beralkohol, serta hindari konsumsi minuman ringan dan bersoda.

“Untuk mengendalikan diabetes, Kementerian Kesehatan juga telah membentuk 33.000 Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk memudahkan akses masyarakat dalam melakukan deteksi dini diabetes. Kementerian Kesehatan pun telah mencanangkan gerakan CERDIK yang dapat dijadikan pedoman pencegahan diabetes bagi keluarga Indonesia,” papar dr Asjikin. CERDIK adalah cek kesehatan berkala, yaitu periksa tensi, gula darah, dan kolesterol secara teratur, serta mengendalikan berat badan ideal. Enyahkan asap rokok dan tidak merokok. Rajin aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dengan prinsip baik, benar, teratur, dan terukur.

Diet seimbang dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, perbanyak konsumsi buah dan sayur, menekan konsumsi gula maksimal empat sendok atau 50 gram per hari, serta menghindari makanan manis atau berkarbonasi. Istirahat yang cukup dan kelola stres dengan baik dan benar.

Iman firmansyah